RADARTUBAN – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kab. Tuban mulai menyiapkan peserta didik baru menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran 2026/2027.
Sebanyak 256 siswa mengikuti kegiatan Open House yang dirangkai dengan Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) (30/7).
Para peserta didik berasal dari Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, sebanyak 196 siswa merupakan peserta didik SRT 1 Kab. Tuban yang terdiri atas 16 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Tuban: Seperti Membangun Rumah, tapi Denahnya Digambar Belakangan
Sementara itu, 60 peserta lainnya berasal dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro.
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan berasrama yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kab. Tuban, Vera Khairun Nissa mengatakan, kegiatan Open House dirancang sebagai sarana memperkenalkan konsep Sekolah Rakyat kepada siswa, orang tua, dan tamu undangan.
Melalui kegiatan itu, kata dia, peserta dapat melihat secara langsung fasilitas, kurikulum, program pendidikan, hingga sistem pembelajaran dan kehidupan di asrama.
“Ini menjadi momen untuk memperkenalkan lebih dekat apa itu Sekolah Rakyat, bagaimana programnya, serta pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan keasramaannya,” ujarnya.
Vera menjelaskan, pelaksanaan MPLS dibagi ke dalam empat fase yang berlangsung mulai 31 Juli hingga 21 Agustus 2026.
Fase pertama merupakan masa adaptasi dan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru yang akan berlangsung pada tanggal 31 Juli--2 Agustus 2026. Pada tahap ini, siswa juga akan mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026.
Memasuki fase kedua pada 3–7 Agustus 2026, para siswa akan mendapatkan materi penguatan karakter melalui program Bakti Taruna yang akan didampingi secara langsung oleh Taruna dari Akademi Kepolisian.
Selanjutnya, pada fase ketiga, akan ada pengenalan akademik sekaligus penguatan jati diri siswa. Adapun pada fase keempat menjadi penutup seluruh rangkaian MPLS.
Selama proses tersebut, siswa juga akan diarahkan menyusun visi dan misi hidup, mengenali bakat serta minat, hingga mengikuti tes talenta.
Baca Juga: Kuota SD Minim, Pemerintah Berencana Alihkan Jatah Siswa Sekolah Rakyat Tuban ke SMP-SMA
Seluruh rangkaian itu diharapkan menjadi bekal sebelum mereka mengikuti proses pembelajaran secara penuh.
“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar. Kami ingin memungkinkan sesuatu yang sebelumnya dianggap para siswa tidak mungkin untuk menjadi mungkin sehingga akan melahirkan generasi pemungkin yang mampu memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi,” tuturnya.
Turut hadir pada acara tersebut Bapak Sesditjen Linjamsos Kemensos RI, Bapak Beni Sujanto selaku PIC kegiatan, dan Tenaga Ahli Menteri Wakil Menteri Sosial, Bapak Hendri Kurniawan.
Sebagai penanda pembukaan kegiatan MPLS, dilakukan simbolis pemakaian seragam dan kabaret seragam pesiar siswa Sekolah Rakyat, oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky kepada perwakikan siswa dan siswi dari SRT 1 Tuban dan SRMA 36 Bojonegoro, serta penyerahan perlengkapan seragam dan kebersihan diri.
Dalam sambutannya, Mas Lindra banyak berpesan kepada seluruh peserta didik dengan memberikan banyak contoh keteladanan beliau pada saat menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Di akhir sambutan, Mas Lindra berpesan agar anak-anak tetap terus semangat belajar untuk merencanakan dan meraih cita-cita yang tinggi. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban