RADARTUBAN- Partai final cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) IX Tuban 2026 mempertemukan dua tim dengan semangat yang membara.
Kecamatan Palang datang sebagai mantan juara yang berupaya mempertahankan tradisi. Sedangkan Kecamatan Kerek berpeluang mencatat sejarah dengan meraih gelar perdana.
Laga puncak akan digelar di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Sabtu (1/8) pukul 19.00 WIB. Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim tampil konsisten sejak fase penyisihan hingga semifinal.
Palang memiliki pengalaman lebih baik di ajang Porkab. Tim dari wilayah pesisir timur Kabupaten Tuban itu pernah menjuarai cabang sepak bola pada edisi 2022. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk kembali naik ke podium tertinggi.
Di sisi lain, Kerek menjalani perjalanan yang berbeda. Untuk pertama kalinya tim ini berhasil menembus partai final setelah menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.
Baca Juga: Perempat Final Sepak Bola Porkab IX Tuban Dimulai, Delapan Kecamatan Siap Berebut Tiket Semifinal
Kerek melangkah ke final setelah menyingkirkan Kecamatan Tuban dengan skor 3-1 pada babak semifinal. Sementara Palang melaju ke laga puncak seusai mengalahkan Kecamatan Montong dengan skor meyakinkan 3-0.
Final tahun ini juga memiliki arti penting dalam perebutan klasemen umum Porkab. Berbeda dengan edisi sebelumnya, perolehan medali cabang sepak bola kini dihitung berdasarkan jumlah pemain yang tampil di lapangan.
Dengan sistem tersebut, tim juara akan menyumbang sebelas medali emas, bukan lagi satu medali seperti pada penyelenggaraan sebelumnya.
Ketua Penyelenggara Cabang Olahraga Sepak Bola Porkab IX Tuban 2026 Hasan Asj'ari menilai kedua tim layak tampil di partai final karena menunjukkan performa yang stabil sepanjang kompetisi.
"Kedua tim memiliki misi berbeda di babak final, tentu laga yang berlangsung besok (hari ini, Red) akan berlangsung sengit. Semoga kedua tim tetap menjunjung tinggi sportifitas di lapangan," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Jumat (31/7).
Menurut Hasan, tersingkirnya sejumlah tim yang selama ini menjadi langganan juara menunjukkan meningkatnya kualitas persaingan pada Porkab tahun ini. Banyak tim yang sebelumnya tidak diunggulkan mampu berkembang dan memberikan kejutan.
Selain itu, pembagian grup sejak babak awal juga mempertemukan sejumlah tim kuat sehingga beberapa kandidat juara harus tersingkir lebih cepat.
"Beberapa tim langganan juara sudah bertemu di babak awal, dengan banyaknya tim yang mulai berkembang menjadi sinyal positif terhadap jalannya kompetisi yang berlangsung lebih kompetitif," tandasnya.(an/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni