Pasar Baru Tuban Gagal Dibangun Tahun Ini, Pedagang Kecewa Janji Pemerintah Menguap

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Tiga bulan pasca kebakaran Pasar Baru Tuban pada 25 April lalu, hingga saat ini pemerintah daerah belum membangun kembali kios maupun menyediakan tenda. (Andreyan/Radar Tuban)
Tiga bulan pasca kebakaran Pasar Baru Tuban pada 25 April lalu, hingga saat ini pemerintah daerah belum membangun kembali kios maupun menyediakan tenda. (Andreyan/Radar Tuban)

RADARTUBAN - Harapan pedagang korban kebakaran Pasar Baru Tuban pada 23 April lalu untuk kembali memiliki tempat berjualan tahun ini kembali pupus. Rencana revitalisasi pasar yang semula dianggarkan Rp 24,3 miliar dipastikan tidak terlaksana. 

Hal ini membuat para pedagang harus menghadapi ketidakpastian lebih lama setelah kehilangan kios akibat kebakaran. Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan pedagang. 

Selain pembangunan yang batal, janji penyediaan tenda darurat sebagai lokasi berjualan sementara hingga kini juga belum terealisasi.

Baca Juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Pedagang Bendera Musiman di Tuban Mulai Dibanjiri Pembeli

Endah, salah seorang pedagang, mengaku belum mendapat uluran tangan dari pemerintah pascakebakaran. Padahal, menurut dia, pemerintah sebelumnya sempat menyampaikan akan membangun kembali pasar dan menyediakan fasilitas sementara agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.

"Padahal, kami itu selalu bayar retribusi, tapi apa yang dijanjikan tidak pernah ada, bahkan pasar gagal dibangun katanya karena uangnya tidak ada," ujarnya saat ditemui di Pasar Baru Tuban, Jumat (31/7).

Dia menuturkan, setelah kebakaran, para pedagang sempat diminta melepas rolling door kios yang masih berdiri. Informasi yang diterima saat itu menyebutkan bangunan lama akan segera dibongkar sebagai bagian dari proses pembangunan pasar.

Namun, setelah pintu kios dilepas, pembangunan tidak pernah dimulai.

"Terus pemilik kios di sebelah saya itu nyopot pintunya, tapi setelah dicopot malah tidak ada apa-apa, dan tidak jadi dibangun. Padahal, kalau tahu seperti itu kios itu bisa untuk menyimpan barang-barang dagangan," keluhnya.

Endah juga mengaku belum melihat tindak lanjut atas janji penyediaan tenda darurat yang sebelumnya disampaikan pemerintah. Bahkan setelah kebakaran, pejabat-pejabat itu tidak ada yang datang lagi.

Kondisi serupa dialami Hartatik. Tiga kios miliknya ludes, sehingga dia tidak lagi memiliki tempat untuk berjualan. Untuk sementara, dia memanfaatkan los milik pedagang lain yang dipinjamkan kepadanya sambil menunggu kepastian pembangunan pasar.

"Tapi ini kok tak kunjung ada kabar, bahkan petugas pasar yang sering ke sini dan saya tanya katanya tidak tahu," katanya.

Karena belum ada kepastian, Hartatik akhirnya memutuskan menyewa kios lain agar tetap dapat menjalankan usahanya.

Dia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada pedagang yang terdampak kebakaran.

Menurut dia, kehilangan tempat usaha telah berdampak langsung terhadap penghasilan keluarga. "Kalau saya tidak sewa kios lagi, bisa-bisa dua tahun saya tidak jualan, padahal ada anak-anak yang masih sekolah dan perlu saya biayai," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan Kabupaten Tuban Gunadi belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai penyebab batalnya revitalisasi Pasar Baru maupun realisasi penyediaan tenda darurat bagi pedagang.

Baca Juga: Dua Bulan Menanti Tanpa Kepastian, Korban Kebakaran Pasar Baru Tuban Tagih Janji Tenda Darurat

Dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi I DPRD Tuban Siswanto mengaku mengetahui batalnya pembangunan Pasar Baru dalam rapat kerja antara DPRD dan organisasi perangkat daerah mitra kerja. Menurut dia, keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan karena para pedagang korban kebakaran hingga kini masih membutuhkan kepastian.

"Kalau pasar gagal dibangun tahun ini, lalu bagaimana dengan pedagang yang jadi korban kebakaran yang sudah kehilangan lapaknya," ujarnya.

Dia mengatakan, sejak awal DPRD meminta pemerintah daerah memprioritaskan penanganan pedagang terdampak kebakaran karena mereka membutuhkan dukungan agar dapat kembali menjalankan usahanya.

"Karena saya tahu sendiri kondisi para pedagang pasar, mereka butuh bantuan dari pemerintah," katanya.

Menurut Siswanto, batalnya proyek revitalisasi menunjukkan perlunya evaluasi terhadap proses perencanaan pembangunan daerah agar program yang telah dijanjikan kepada masyarakat tidak berhenti di tengah jalan. "Makanya ini perencanaannya perlu dikritisi," pungkasnya. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban pasar baru pedagang