RADARTUBAN - Pemkab Tuban memastikan revitalisasi Pasar Baru belum dapat dilaksanakan tahun ini.
Setelah menuai kekecewaan dari para pedagang korban kebakaran, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menjelaskan bahwa penundaan dilakukan karena adanya perubahan konsep pembangunan.
Menurut Mas Lindra, panggilan akrabnya, revitalisasi tidak lagi difokuskan hanya pada bangunan pasar, melainkan menjadi bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh. "Insyaallah di 2027 Pasar Baru akan dilakukan revitalisasi maksimal," ujar Mas Lindra.
Dia mengatakan, proses pembangunan akan dimulai lebih awal pada 2027 sebagai konsekuensi batalnya pelaksanaan proyek pada tahun ini. "Awal 2027 akan kami mulai lakukan pembangunan," katanya.
Baca Juga: Pasar Baru Tuban Gagal Dibangun Tahun Ini, Pedagang Kecewa Janji Pemerintah Menguap
Sebelum pekerjaan dimulai, pemerintah daerah akan berkomunikasi dengan para pedagang. Revitalisasi dirancang dengan mengintegrasikan Pasar Baru bersama kawasan Wisata Goa Akbar, Pasar Bongkaran, serta destinasi religi Sunan Bonang, sehingga diharapkan mampu menciptakan kawasan ekonomi dan pariwisata yang saling terhubung.
Menurut dia, konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas perdagangan.
Dengan wajah pasar yang lebih modern, daya saing pasar tradisional juga dinilai akan meningkat di tengah perkembangan perdagangan digital. "Dengan revitalisasi pasar semakin modern bisa meningkatkan pendapatan," ujar Mas Lindra.
Rencana revitalisasi Pasar Baru sebelumnya mengemuka setelah kebakaran yang terjadi pada April lalu menghanguskan puluhan kios.
Berdasarkan data pemerintah daerah, sebanyak 41 kios terdampak dalam peristiwa tersebut. Pemkab Tuban semula telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 24,3 miliar untuk membangun kembali pasar.
Namun, batalnya pelaksanaan proyek memunculkan kekecewaan di kalangan pedagang. Selain pembangunan yang batal dilaksanakan, mereka juga menilai janji penyediaan tenda darurat sebagai tempat berjualan sementara belum terealisasi.
Salah seorang pedagang, Endah, mengaku sempat diminta membongkar pintu rolling door kios di bagian selatan pasar karena mendapat informasi bangunan akan segera dirobohkan untuk proses pembangunan.
"Terus pemilik kios di sebelah saya itu nyopot pintunya, tapi setelah dicopot malah tidak ada apa-apa, dan tidak jadi dibangun. Padahal kalau tahu seperti itu kios itu bisa diperbaiki bisa untuk menyimpan barang-barang dagangan," ujarnya.
Menurut Endah, ketidakpastian tersebut membuat sebagian pedagang kehilangan kesempatan memanfaatkan kios yang sebenarnya masih dapat digunakan untuk menyimpan barang dagangan sembari menunggu proses revitalisasi. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban