Baru Direvitalisasi, Waduk Singkil Kerek Kembali Kering Kerontang di Awal Kemarau

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Kemarau awal Agustus buat Waduk Singkil Karanglo mengering dan merekah. Kemampuan tampung air waduk pascarevitalisasi kembali diuji. (Radar Tuban)
Kemarau awal Agustus buat Waduk Singkil Karanglo mengering dan merekah. Kemampuan tampung air waduk pascarevitalisasi kembali diuji. (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Waduk Singkil di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek kembali mengering pada musim kemarau tahun ini.

Padahal, waduk tersebut baru direvitalisasi pada 2024 dengan anggaran sekitar Rp 496 juta untuk meningkatkan fungsi tampungan air dan mendukung kebutuhan pertanian warga.

Memasuki awal Agustus, dasar waduk terlihat retak-retak tanpa menyisakan genangan air. Kondisi itu menunjukkan kemampuan tampung waduk masih belum mampu mempertahankan ketersediaan air hingga puncak musim kemarau.

Baca Juga: Puncak Kemarau Belum Tiba, Ratusan Warga Dua Desa di Tuban Sudah Alami Krisis Air Bersih

Mengeringnya Waduk Singkil dimanfaatkan sebagian warga untuk mengambil tanah dari area dasar waduk.

Tanah tersebut kemudian digunakan sebagai material urukan untuk lahan maupun kebutuhan pembangunan di lingkungan sekitar.

Namun, kondisi waduk yang kering justru menjadi kabar kurang menggembirakan bagi petani.

Pasalnya, lahan pertanian yang berada di sekitar waduk ikut kehilangan sumber pasokan air, sehingga tidak dapat ditanami selama musim kemarau berlangsung.

Sejumlah petani terpaksa menghentikan aktivitas budidaya dan menunggu datangnya musim penghujan agar lahan kembali memperoleh pasokan air yang cukup.

Tanpa ketersediaan air dari waduk, produktivitas pertanian di kawasan tersebut berpotensi menurun. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
waduk singkil Tuban Kerek