RADARTUBAN — Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tuban kembali dikebut setelah target penyelesaian pada 30 Juli 2026 terlewati.
PT Waskita Karya (WK) selaku pelaksana proyek kini menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada pertengahan Agustus.
Dengan target penyelesaian pada 14 Agustus, waktu yang tersisa kurang dari sepekan. Proyek pembangunan SRT 1 Tuban tersebut memiliki nilai sekitar Rp 215 miliar.
Sebelumnya, pembangunan gedung permanen itu ditargetkan rampung pada 30 Juli. Namun, hingga batas waktu tersebut, pekerjaan belum sepenuhnya rampung. Proyek itu juga sempat menghadapi persoalan ketenagakerjaan berupa keterlambatan pembayaran gaji pekerja.
Baca Juga: Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Keluhkan Gaji Telat, Ada yang Belum Lunas Sebulan
Kepala Seksi Mutu Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (MMK3L) Proyek SR Jatim 1 PT Waskita Karya, Khevin Bagus mengatakan, keterlambatan pembangunan SRT 1 Tuban tidak terlepas dari mundurnya awal pelaksanaan proyek.
Menurut dia, secara nasional pembangunan Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada awal Desember dan selesai pada Juli. Namun, setiap daerah menghadapi kendala yang berbeda, mulai dari persoalan sosial hingga desain dan perizinan.
Untuk SRT 1 Tuban, kata Khevin, pekerjaan fisik belum dapat langsung dimulai karena persoalan perizinan. Surat perintah kerja (SPK) baru diterima pada Maret.
”Untuk Tuban saat itu ada kendala terkait izin, sehingga kami baru mendapatkan surat perintah kerja (SPK) pada Maret,” kata Khevin kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Akibat keterlambatan tersebut, pelaksanaan pembangunan di Tuban mundur sekitar tiga bulan. Pemerintah kemudian memberikan diskresi agar kontraktor dapat memaksimalkan waktu yang tersedia untuk mengejar ketertinggalan.
Khevin mengatakan, batas akhir penyelesaian pembangunan ditetapkan pada 14 Agustus. Hal itu berkaitan dengan rencana dimulainya kegiatan belajar mengajar pada September.
”Minggu lalu koordinator lapangan di Tuban dipanggil ke Kementerian PU untuk program percepatan penyelesaian pembangunan,” ujarnya.
Menurut Khevin, progres pembangunan SRT 1 Tuban saat ini telah mencapai 99 persen. Pekerjaan konstruksi utama disebut telah selesai dan pekerja kini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir.
Beberapa pekerjaan yang masih dilakukan, antara lain, pemasangan lampu, pengaspalan jalan, serta sejumlah pekerjaan finishing lainnya. ”Intinya saat proses belajar mengajar dimulai pada September nanti, semua pekerjaan rampung,” kata dia.
Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban Ikuti MPLS, Jadi Momen Pengenalan Lingkungan Baru
Di sisi lain, penyelesaian proyek juga akan berdampak pada jumlah pekerja yang terlibat. Seiring berakhirnya pekerjaan konstruksi, tenaga kerja yang selama ini dikontrak untuk pembangunan SRT akan dikurangi secara bertahap.
Khevin mencontohkan kondisi di Gresik dan Surabaya. Setelah pembangunan di dua daerah tersebut selesai, jumlah pekerja mulai dikurangi karena pekerjaan konstruksi telah berakhir.
”Sehingga kami juga berharap setelah ini pekerja mengerti, karena pekerjaan sudah selesai sehingga banyak yang kontraknya tidak dilanjutkan,” ujarnya. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban