Sebuah truk bermuatan berat meluncur mundur tanpa kendali usai pengganjal roda yang dipasang mendadak pecah. Alhasil, armada raksasa tersebut menyeruduk kendaraan pribadi di belakangnya sebelum akhirnya terguling dan merusakkan pagar area pemakaman umum warga setempat.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (12/8) malam sekitar pukul 17.50 WIB. Lintasan bergelombang dan menanjak tajam di wilayah tersebut kembali memakan korban kendaraan besar yang gagal menaklukkan medan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban IPDA Rizky Dwi Prasetyo membeberkan kronologi detail peristiwa tersebut.
Kejadian bermula ketika truk melaju dari arah selatan menuju utara di jalur utama Pakah–Kepet. Saat memasuki lintasan menanjak di kawasan Tanjakan Kepet, truk tersebut mendadak mengalami masalah teknis pada mesin hingga akhirnya mogok di tengah jalan.
Sadar akan bahaya kendaraan meluncur turun, awak truk bergegas turun untuk mengamankan posisi armada dengan memasang ganjal pada bagian roda belakang.
Baca Juga: Tuban dan Jenu Peringkat Teratas Rawan Laka
Namun, tindakan darurat itu justru berujung musibah lantaran pengganjal yang digunakan tidak kuat menahan beban muatan truk.
"Posisi truk saat itu mogok dan sudah diganjal. Namun ternyata ganjelnya rusak atau pecah. Truk kemudian meluncur turun dan menabrak kendaraan pribadi di belakangnya," terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/8).
Usai menghantam bagian depan mobil pribadi, armada besar itu akhirnya oleng dan terguling tepat di area pemakaman umum desa setempat.
Meski sempat memicu kepanikan warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah tersebut.
"Korban luka tidak ada. Kerugian materiil tercatat pada kerusakan unit mobil pribadi serta kerusakan pagar kompleks makam yang tertabrak," imbuh Rizky.
Sementara itu, proses penanganan bangkai kendaraan terbilang cukup alot. Upaya evakuasi mandiri sebenarnya telah dilakukan oleh tim internal pemilik truk pada Kamis subuh.
Namun, proses pengangkatan tersebut berujung gagal akibat keterbatasan alat dan bobot truk yang terlampau berat.
Guna mengurai potensi kemacetan, petugas kepolisian menjadwalkan evakuasi susulan dengan menerjunkan unit alat berat ke lokasi kejadian.
"Upaya evakuasi mandiri dari tim internal truk tadi subuh gagal. Rencananya nanti malam dini hari akan diupayakan evakuasi kembali menggunakan unit crane," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satlantas Polresta Tuban masih dalam mediasi dan evakuasi pasca kejadian nahas itu terjadi.
Menyikapi berulang kali insiden di kawasan tersebut, dia meminta para pengemudi kendaraan muatan untuk ekstra waspada saat melintasi jalur Pakah hingga Tanjakan Kepet yang terkenal ekstrem.
"Di Tanjakan Kepet kerap terjadi insiden, mayoritas truk mogok atau tidak kuat menanjak akibat pengemudi salah perhitungan. Kami imbau pengemudi kendaraan berat untuk berkonsentrasi penuh dan memastikan kondisi armada benar-benar prima sebelum melintas," pungkas Rizky. (*)