RADARTUBAN – Di tangan anak muda yang telaten, hobi memelihara ikan hias bisa menjadi pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.
Itulah yang dibuktikan Edo, Gen Z yang sukses memutar roda bisnis budidaya ikan koi hingga menembus pasar luar daerah.
Usaha yang berlokasi di Heri Koi Farm Desa Remen Kecamatan Jenu tersebut sejatinya dirintis keluarganya. Namun, di tangan pemuda ini, potensi bisnis yang telah berdiri sejak 2014 itu kian berkembang pesat.
Kini, puluhan kolam miliknya telah menampung ribuan ekor koi siap pinang dengan berbagai varian favorit pasar.
‘’Jenis yang paling banyak dicari sejauh ini ada Kohaku, Showa, dan Shiro. Peminatnya sangat banyak, tapi yang dominan kebanyakan dari luar kota," ujar Edo kepada awak media beberapa waktu lalu.
Peluang pasar yang terbuka lebar ini sebanding dengan hasil yang didapat. Pemuda 20an tahun ini mengaku, koleksi ikan yang dijualnya memiliki harga bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu per ekor hingga jutaan rupiah.
Dari puluhan kolam tersebut, dia mampu mengantongi pendapatan rata-rata Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Bahkan, omzet tersebut bisa melonjak jauh jika ada koleksi berkualitas super yang terpilih oleh penghobi ikan koi ini.
‘’Tergantung peminat dan kualitas ikannya juga. Karena untuk koi kelas premium, harganya ada yang sampai Rp 25 juta, bahkan ratusan juta rupiah per ekor," lanjutnya.
Meski begitu, dia menegaskan, bahwa di balik corak warna koi yang indah dan bernilai ekonomis tinggi, ada kerumitan perawatan yang membutuhkan ketelatenan ekstra.
Baginya, kunci utama budidaya koi terletak pada manajemen lingkungan kolam dan kualitas air.
‘’Budidaya koi memang menantang karena pemeliharaannya tidak mudah. Ikan koi ini bisa dibilang agak manja," selorohnya.
Dia menjelaskan, kondisi lingkungan yang buruk atau kualitas air yang tidak terawat dapat memicu stres pada ikan. Jika sudah stres, daya tahan tubuh ikan akan menurun dan rentan terserang penyakit yang berujung kematian.
Untuk mengantisipasi potensi kerugian, tindakan pencegahan harus dilakukan secara konsisten.
Mulai dari pembersihan filter secara berkala, menjaga sirkulasi air tetap mengalir, hingga mengontrol tingkat kepadatan populasi ikan di dalam satu kolam.
Tak kalah penting, kejelian pembudidaya maupun pehobi ikan dalam mengamati perilaku harian ikan koi sangat perlu dilakukan.
Jika mendapati ada indikasi ikan yang sakit, langkah karantina harus segera diambil sebelum penularan meluas.
‘’Harus segera dipisah dari kolam utama karena penyebaran penyakitnya sangat cepat. Yang penting harus benar-benar diperhatikan kondisi ikannya, kualitas air, filter, dan kebersihannya," tandasnya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari