Orang Tua Absen di Pengukuhan Paskibraka Tuban 2026, Isna Lutfiya Asrofina Tetap Bangga Usai Dipasang Kendit Mas Lindra

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:03 WIB
Prosesi pemasangan kendit oleh Bupati Tuban kepada Isna Lutfiya Asrofina saat momen Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tuban. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)
Prosesi pemasangan kendit oleh Bupati Tuban kepada Isna Lutfiya Asrofina saat momen Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tuban. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Suasana haru menyeruak di tengah prosesi pengukuhan Paskibraka Tuban 2026, Jumat (14/8) lalu. Di tengah barisan para pasukan pengibar bendera, ada momen menyentuh hati datang dari Isna Lutfiya Asrofina, seorang siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT) Tuban yang tetap menunjukkan ketegaran meski harus melalui momen bersejarah tersebut tanpa dampingan keluarga.

Remaja yang akrab disapa Fina ini tampak tak sanggup menahan derai air mata ketika melihat rekan-rekan sejawatnya didampingi penuh hangat oleh kedua orang tua, keluarga, maupun sanak saudara. 

Pada momen sakral pemasangan kendit paskibraka tersebut, remaja asal asal Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, ini terpaksa berdiri tanpa kehadiran figur orang tuanya. Namun, rasa sedih yang dirasakannya tak lantas meruntuhkan daya juang sang srikandi muda ini.

Saat air mata menetes di pipinya, sang pelatih dengan sigap merangkul dan menenangkan Fina, menyuntikkan semangat agar dia tetap tegar menyelesaikan prosesi. 

Baca Juga: Pengukuhan Paskibraka Tuban 2026: 76 Pelajar Terbaik Siap Bertugas di HUT Ke-81 RI

Momen istimewa pun terjadi ketika Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky melangkah menghampirinya untuk memasangkan kendit pengukuhan secara langsung di pinggang Fina.

“Perasaan saya sangat senang karena bisa masuk Paskibraka Tuban di tahun ini. Meskipun ada rasa sedih karena orang tua tidaj bisa hadir, tapi itu tidak masalah. Karena tadi kendit saya dipasangkan oleh Mas Lindra,” ujar Fina diiringi senyuman bangga meski tampak sisa air mata masih menempel di pipinya.

“Harapan saya ke depannya, saya bisa terus membanggakan orang tua saya,” lanjut Fina dengan suara bergetar namun penuh keteguhan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban Vera Khoirun Nissa memeberkan, bahwa ketidakhadiran keluarga Fina dalam prosesi pengukuhan ini disebabkan karena adanya kendala transportasi. 

“Orang tua tidak hadir karena kendala kendaraan. Karena kemarin kan di karantina, jadi Fina tidak sempat berkabar ke sekolah. Biasanya memang untuk acara-acara kegiatan keluar kalau orang tua tidak bisa hadir, dari sekolah kami memfasilitasi. Jadi kami hadir disini untuk mewakili orang tua sekaligus mendukung dan memberi semangat untuk Fina,” jelas Vera saat mendampingi siswinya.

Dukungan penuh dari sekolah, suntikan semangat langsung yang diberikan oleh Bupati Tuban, serta keteguhan Fina menjadi bukti bahwa hal tersebut bukanlah penghalang untuk mengabdi. 

Fina tidak sekadar membawa nama pribadi, melainkan harapan seluruh keluarga dan keteguhan pemuda Tambakboyo yang siap mengibarkan Sang Saka Merah Putih 17 Agustus mendatang. (*)

 

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
Pengukuhan paskibraka tuban 2026 sekolah rakyat terintegrasi 1 tuban Tuban Pasukan Pengibar Bendera Pusaka paskibraka