Stok Darah Tuban Menipis di Bulan Agustus, PMI Ajak Warga Manfaatkan 22 Jadwal Donor Luar Gedung

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Petugas UDD PMI Tuban melakukan pengecekan pada kantong-kantong darah yang telah steril sebelum didistribusikan. (UDD PMI UNTUK RADAR TUBAN)
Petugas UDD PMI Tuban melakukan pengecekan pada kantong-kantong darah yang telah steril sebelum didistribusikan. (UDD PMI UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban saat ini berada dalam kondisi menipis. Penurunan perolehan donor yang signifikan menjadi pemicu utama menipisnya cadangan darah, di tengah melonjaknya permintaan medis di wilayah setempat.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Humas UDD PMI Kabupaten Tuban, Sarju Efendi. Pihaknya mencatat adanya penurunan pasokan kantong darah secara berturut-turut pada periode Juni dan Juli. 

"Dua bulan ini memang cukup turun perolehan donornya, karena ada banyak faktor," ujar Sarju saat mengonfirmasi penurunan pasokan darah tersebut.

Secara rinci, perolehan kantong darah pada bulan Juni yang sempat menyentuh angka 1.030 kantong, turun menjadi 989 kantong saja pada bulan Juli. Penurunan ini dinilai signifikan karena angka pemenuhan harian di Bumi Ronggolawe cukup tinggi.

Baca Juga: Bisa Picu Kematian, UDD PMI Tuban Sebut Golongan Darah O Kini Tak Boleh Lagi Ditransfusikan Secara Universal

Sarju menjelaskan, faktor cuaca yang tidak menentu belakangan ini sangat memengaruhi kebugaran fisik masyarakat. 

Perubahan suhu dingin dan panas yang terjadi dalam satu hari kerap membuat calon pendonor berada dalam kondisi tubuh yang kurang bugar. Hal tersebut kemudian membuat pendonor mengurungkan niatnya untuk menyumbangkan darahnya lantaran kondisi tubuh yang tidak prima. 

Selain kendala fisik pendonor, sisi teknis operasional PMI juga terhambat akibat gangguan pada sistem saluran komunikasi utama. Aplikasi WhatsApp Gateway milik UDD PMI Tuban mengalami kelumpuhan dari server pusat. 

Padahal, aplikasi penunjang tersebut menjadi tumpuan utama petugas untuk menyebarkan pesan peringatan dan undangan rutin donor darah kepada para pendonor secara berkala.

Data hingga Jumat (14/8) lalu, stok darah yang tersimpan di UDD PMI Tuban tercatat tersisa 171 kantong dari empat golongan darah. 

Jumlah tersebut terbagi atas golongan darah A sebanyak 29 kantong, B sebanyak 82 kantong, O sebanyak 42 kantong, dan AB sebanyak 18 kantong.

Rincian ini dinilai berada pada ambang batas mengkhawatirkan, mengingat batas aman operasional harian PMI Tuban berada di kisaran 300 kantong.

Situasi makin mendesak lantaran kebutuhan darah terus melonjak hingga 40 sampai 50 kantong setiap hari.

Kebutuhan ini mencakup penanganan penyakit dalam, kecelakaan lalu lintas, prosedur pembedahan atau operasi, hingga layanan khusus pasien hemodialisis (cuci darah) dan penderita thalassemia.

“Mayoritas memang untuk pasien penyakit dalam yang membutuhkan transfusi. Sedangkan pada pasien dengan kondisi khusus tersebut wajib dilayani langsung di markas PMI karena perlakukannya berbeda,” lanjut pria asal Tunah tersebut.

Untuk mengatasi ancaman krisis persediaan ini, UDD PMI Tuban menggenjot 22 agenda kegiatan donor darah luar kantor sepanjang Agustus.

Meskipun hasil donor luar gedung belum dipastikan dapat memenuhi seluruh kebutuhan pasokan, PMI Tuban mematok target tinggi dengan perolehan di atas 1.200 kantong hingga akhir bulan Agustus.

“Bagi masyarakat yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan donor darah, kami harap bisa ikut menyumbangkan darahnya ke UDD PMI, agar memulihkan Kembali persediaan kami dan bisa membantu pasien yang membutuhkan transfuse,” pungkas Sarju.

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
UDD PMI Tuban Tuban donor darah pmi pendonor