10 Karhutla Terjadi di Tuban Selama Musim Kemarau, Mayoritas Dipicu Hal Ini

Andreyan (An) • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:04 WIB
Petugas Damkar Tuban melakukan pemadaman kebakaran di area pembuangan sampah di kompleks TPA Gunung Panggung, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. (Radar Tuban)
Petugas Damkar Tuban melakukan pemadaman kebakaran di area pembuangan sampah di kompleks TPA Gunung Panggung, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tuban meningkat selama musim kemarau.

Vegetasi yang mengering dan cuaca panas membuat api rentan muncul dan menjalar ke area sekitarnya.

Satpol PP dan Damkar Tuban mencatat sedikitnya 10 kejadian karhutla sejak musim kemarau hingga menjelang pertengahan Agustus. Dari jumlah tersebut, sembilan merupakan kebakaran lahan dan satu kasus kebakaran hutan.

" Dari data kami ada 10 kasus dengan rincian 9 kasus kebakaran lahan dan 1 kasus kebakaran hutan," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban Sutaji kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (12/8).

Baca Juga: Bukan Sekadar Hama, Maggot BSF Ternyata Mampu Urai Sampah Organik hingga 10 Kali Lebih Cepat

Meski jumlah kejadian cukup banyak, luas area yang terbakar relatif terbatas. Rata-rata luas lahan yang terdampak dalam setiap kejadian sekitar 10 meter x 30 meter. "Kalau ditotal dari seluruh kejadian itu hanya sekitar 3 ribu meter persegi," ujar Sutaji.

Namun, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan jumlah kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Tuban. Sebab, tidak semua kejadian dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. "Ada beberapa kejadian yang tidak dilaporkan ke kami," katanya.

Sutaji mengatakan, pola kebakaran lahan dan hutan tahun ini cenderung acak. Kebakaran tidak selalu terjadi di wilayah yang sebelumnya dipetakan sebagai daerah rawan.

Menurut dia, kondisi lahan dan pepohonan yang kering memang membuat api lebih mudah menjalar. Namun, faktor tersebut bukan selalu menjadi penyebab awal munculnya kebakaran.

Berdasarkan analisis Damkar Tuban, sebagian besar kebakaran dipicu kelalaian manusia. Salah satunya adalah aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan dengan vegetasi kering.

"Faktor utama pemicunya biasanya dari pembukaan lahan baru maupun pembakaran sampah, ini tidak bisa disepelekan," ujar Sutaji.

Kondisi cuaca selama musim kemarau turut memperbesar risiko. Angin kencang dapat memicu api yang semula kecil menyebar lebih cepat dan sulit dikendalikan.

Karena itu, Sutaji meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan api di sekitar lahan terbuka atau kawasan hutan.

"Angin kencang di musim kemarau membuat potensi kebakaran semakin tinggi, masyarakat harus waspada," katanya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
karhutla TPA Gunung Panggung Gedongombo Semanding