Akses Kendaraan Dibatasi, Pelaku Usaha Jalan Diponegoro Tuban Khawatir Omzet Terdampak Proyek Drainase

Andreyan (An) • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:37 WIB
Kondisi lalu lintas di Jalan Diponegoro, Kelurahan Latsari, picu kemacetan akibat pengerjaan proyek drainase. (Adib Turmudzi/Radar Tuban)
Kondisi lalu lintas di Jalan Diponegoro, Kelurahan Latsari, picu kemacetan akibat pengerjaan proyek drainase. (Adib Turmudzi/Radar Tuban)

RADARTUBAN - Perbaikan drainase di Jalan Diponegoro, Kelurahan Latsari mulai berdampak luas.

Tak hanya memicu lalu lintas tersendat, pembatasan kendaraan roda empat di ruas tersebut mengganggu aktivitas perdagangan dan jasa.

Kekhawatiran itu muncul karena Jalan Diponegoro merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas usaha yang cukup ramai. Ketika kendaraan roda empat harus dialihkan pada waktu tertentu, akses konsumen menuju tempat usaha ikut terdampak.

Baca Juga: Siap-Siap Operasional TPST Gunung Panggung, Pemkab Tuban Mulai Petakan Anggaran BBM Kendaraan

”Kalau kendaraan roda empat tidak bisa lewat, tentu ada pengaruhnya. Akses sulit, mereka bisa memilih tempat lain,” ujar salah satu pemilik usaha di Jalan Diponegoro yang enggan disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut dia, dampak proyek terhadap omzet usaha memang belum dapat dihitung.

Namun, kepadatan lalu lintas dan pengalihan kendaraan membuat akses konsumen tidak senyaman sebelum proyek berlangsung.

”Kalau jalan macet, orang biasanya malas berhenti. Apalagi kalau harus memutar jauh. Kami berharap akses ke tempat usaha tetap diperhatikan. Semoga ada solusi,” katanya.

Dalam beberapa pekan terakhir, kepadatan kendaraan paling terasa pada pagi dan siang hari. Badan jalan yang relatif sempit harus berbagi ruang dengan aktivitas proyek, termasuk galian dan material pekerjaan.

Kondisi tersebut mengakibatkan antrean kendaraan muncul di sejumlah titik. Satuan Lalu Lintas Polresta Tuban pun menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengurangi kepadatan.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Tuban Ipda Agus Eka Oktasaftian mengatakan, kendaraan roda empat akan dialihkan melalui jalur alternatif apabila terjadi penumpukan kendaraan.

Pengalihan dilakukan mulai dari simpang empat lampu lalu lintas ke arah utara menuju simpang tiga Samudra Supermarket.

”Sifatnya situasional karena lebar jalan mengalami penyempitan. Rekayasa lalu lintas hanya diterapkan pada jam-jam tertentu, seperti saat keberangkatan dan kepulangan sekolah,” kata Agus.

Dia mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalan Diponegoro. Pengguna kendaraan juga diminta mengurangi kecepatan karena terdapat galian dan material proyek di sekitar badan jalan.

Baca Juga: Profil Harta Plt Jampidsus Rudi Margono: Kekayaan Rp7,2 Miliar, Kendaraan Cuma Satu Motor Honda

”Ada banyak galian dan material, harap berhati-hati. Disarankan menghindari jalur tersebut saat jam padat kendaraan. Akan lebih baik menggunakan jalur alternatif,” ujarnya.

Persoalan akses tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Proyek peningkatan drainase Jalan Diponegoro dijadwalkan selesai pada Desember 2026.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Tuban Aizah Tis Inawati mengatakan, proyek tersebut memang masih dalam tahap awal pengerjaan.
”Proyeknya berlangsung sampai Desember,” kata Aizah.

Berdasarkan data layanan pengadaan secara elektronik Pemerintah Kabupaten Tuban, proyek peningkatan drainase Jalan Diponegoro menggunakan APBD 2026 dengan nilai sekitar Rp 5,8 miliar.

Pekerjaan tersebut dimenangkan CV Chandra Karya Pratama.

Meski baru berjalan beberapa pekan, proyek itu mulai dikeluhkan warga dan pengguna jalan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan progres berarti. Aizah menyebut progres pekerjaan baru mencapai sekitar 3 persen.

”Progresnya baru sekitar 3 persen,” ujarnya.

Dengan masa pengerjaan yang masih panjang, dampak proyek terhadap lalu lintas dan aktivitas usaha di Jalan Diponegoro menjadi persoalan yang perlu dikelola.

Kelancaran pekerjaan drainase perlu berjalan beriringan dengan akses masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang ruas tersebut. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
jalan diponegoro Tuban apbd