Berkah Kemerdekaan di Tuban: Penjual Bendera Musiman Meraup Omzet Jutaan Rupiah

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Salah satu pembeli pernak pernik kemerdekaan di Jalan Letda Sucipto tengah memilih bendera Merah Putih menjelang HUT Kemerdekaan RI. (Shafa Dina Hayuning Mentari/Radar Tuban)
Salah satu pembeli pernak pernik kemerdekaan di Jalan Letda Sucipto tengah memilih bendera Merah Putih menjelang HUT Kemerdekaan RI. (Shafa Dina Hayuning Mentari/Radar Tuban)

RADARTUBAN - Kemeriahan momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tak hanya membawa semangat nasionalisme, tetapi juga menjadi ladang rezeki berlimpah bagi para pedagang musiman di Kabupaten Tuban.

Sepanjang masa persiapan kemerdekaan lalu, para penjual pernak-pernik merah putih berhasil memanen pundi-pundi rupiah dengan peningkatan omzet yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bupati Tuban Mas Lindra Batalkan Pesta Kemerdekaan Tuban demi Solidaritas Bencana NTT: Ini Wujud Nyata Dari Kemerdekaan

Salah satu pedagang yang merasakan manisnya berkah kemerdekaan adalah Joko, penjual pernak-pernik di kawasan Jalan Letda Sucipto, Tuban.

Sejak membuka lapaknya pada 23 Juli hingga 15 Agustus lalu, Joko sukses mengantongi pendapatan kotor mencapai Rp 4,5 juta.

"Satu hari bisa dapat sampai seratus ribu rupiah, bahkan lebih. Tergantung barang apa saja yang terjual," ujar Joko saat ditemui di lapaknya.

Joko mengungkapkan, setiap hari lapaknya didatangi sekitar 25 hingga 30 pembeli.

Berbagai pernak-pernik kemerdekaan yang dijajakannya dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 8 ribu untuk hiasan kecil hingga Rp 200 ribu untuk bendera besar berukuran lebih dari dua meter.

Menurutnya, beberapa barang menjadi buruan utama masyarakat tahun ini, di antaranya umbul-umbul bersablon lambang Garuda, bendera merah putih ukuran 80 cm x 120 cm, serta bendera hiasan berwarna-warni.

Dia menilai daya tarik lapaknya terletak pada penetapan harga yang ramah di kantong masyarakat lokal.

"Alhamdulillah cukup ramai tahun ini. Karena harga yang saya tawarkan tidak terlalu mahal dan bisa bersaing dengan harga di toko online," tambahnya.

Kondisi serupa dirasakan oleh Mulyadi, pedagang bendera musiman lainnya di kawasan Tuban.

Dia mengaku, tren penjualan tahun ini jauh membaik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Jika tahun lalu Mulyadi hanya mampu mengumpulkan omzet sekitar Rp 2 juta selama dua pekan berjualan, tahun ini pendapatannya melesat hingga menyentuh angka Rp 3 juta dengan rata-rata 10 hingga 15 pembeli setiap harinya.

Berbeda dengan konsumen Joko yang banyak berburu umbul-umbul besar, mayoritas pelanggan Mulyadi lebih memilih bendera ukuran sedang 60 cm x 90 cm.

"Kebanyakan pembeli mencari bendera ukuran 60 x 90 sentimeter untuk dipasang di depan rumah masing-masing, bukan umbul-umbul skala besar," pungkas Mulyadi. 

Peningkatan penjualan pernak-pernik kemerdekaan ini menunjukkan tingginya antusiasme warga Tuban dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku usaha kecil dan pedagang musiman di daerah. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
Tuban kemerdekaan bendera Indonesia