Jalanan Bundaran Patung Letda Sucipto Tuban Mendadak Hening Saat Penghormatan Merah Putih

Andreyan (An) • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:31 WIB
Momen Personel Satlantas Polresta Tuban bersama pengendara di Bundaran Patung Letda Sucipto Tuban melangsungkan penghormatan bendera pada Peringatan Detik-Detik Kemerdekaan RI, kemarin (17/8). (Radar Tuban)
Momen Personel Satlantas Polresta Tuban bersama pengendara di Bundaran Patung Letda Sucipto Tuban melangsungkan penghormatan bendera pada Peringatan Detik-Detik Kemerdekaan RI, kemarin (17/8). (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Ada yang berbeda di Bundaran Patung Letda Sucipto, Minggu (17/8) pagi. Ruas jalan yang biasanya ramai dilalui kendaraan dari empat arah mendadak hening. Sekitar pukul 09.00, para pengendara menghentikan perjalanan.

Mereka berdiri sejenak untuk memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih untuk memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tidak ada sekat di antara mereka. Sopir truk, pengemudi ojek daring, pelajar, hingga warga sekitar berdiri bersama personel Satuan Lalu Lintas Polresta Tuban.

Di tengah aktivitas yang biasanya tak pernah berhenti, lalu lintas sejenak memberi ruang bagi penghormatan kepada bendera Merah Putih. Para pengendara yang semula melintas memilih berhenti dan berdiri tegak selama beberapa menit.

Baca Juga: Sheila Aulia Qurrahman, Pembawa Baki HUT Kemerdekaan ke-81 RI: Akhirnya, Impian Masa Kecil itu Terwujud

Sebelum prosesi dimulai, personel Satlantas Polresta Tuban membagikan stiker dan atribut bernuansa merah putih kepada para pengendara. Atribut tersebut kemudian turut mewarnai suasana di sekitar bundaran.

Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, suasana berubah khidmat. Para pengendara dan warga berdiri tegak menghadap bendera Merah Putih.

Kasat Lantas Polresta Tuban AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengatakan, penghormatan di tengah jalan raya tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat kemerdekaan di tengah kesibukan masyarakat.

“Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih. Tidak harus dalam suasana upacara formal. Di jalan raya pun kita bisa menunjukkan rasa cinta kepada bangsa dan negara,” kata Hariyazie.

Menurut dia, penghentian perjalanan hanya berlangsung beberapa saat. Namun, nilai yang ingin disampaikan jauh lebih besar daripada durasi kegiatan tersebut.

“Meski kegiatan ini berlangsung singkat dan sederhana, harapannya masyarakat dapat memahami maknanya. Salah satunya mengingat dan menghargai jasa-jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan,” ujarnya. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban hut kemerdekaan sang merah putih