RADARTUBAN - Bukan sekadar upacara bendera. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Minggu (17/8) dikemas dengan suasana perjuangan masa lalu.
Peserta upacara dan warga mengenakan kostum serta atribut tempo dulu. Nuansa itu semakin terasa sebelum upacara dimulai ketika Pemdes Prunggahan Wetan menyuguhkan pertunjukan teatrikal tentang perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan.
Pertunjukan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak lahir begitu saja. Ada perjuangan, pengorbanan, hingga nyawa yang dipertaruhkan para pejuang.
Baca Juga: Warga Prunggahan Wetan Antusias Gelar Upacara 17 Agustus
Kepala Desa Prunggahan Wetan Hari Winarko mengatakan, konsep tersebut dipilih sebagai cara menyampaikan pesan nasionalisme dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat.
“Jangan sampai generasi sekarang hanya mengetahui 17 Agustus sebagai upacara. Mereka harus tahu bahwa ada perjuangan, pengorbanan, bahkan nyawa yang dipertaruhkan demi kemerdekaan,” ujar Hari.
Peringatan kemerdekaan itu juga melibatkan prajurit Batalyon TP 932 Sunan Bonang sebagai peserta upacara. Kehadiran prajurit TNI tersebut sekaligus menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat.
Menurut Hari, upacara kemerdekaan menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu barisan. Pelajar, perangkat desa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga TNI bersama-sama memperingati hari kemerdekaan.
“Semangat persatuan dan gotong royong ini harus diteruskan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Hari mengatakan, memasuki usia kemerdekaan ke-81, peringatan HUT RI juga perlu menjadi momentum untuk berefleksi dan mengevaluasi pembangunan.
Pemerintah desa, kata dia, harus memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perjuangan sekarang bentuknya berbeda. Kita tidak lagi harus mengangkat senjata. Namun, bagaimana membangun, menjaga persatuan, dan membuat masyarakat sejahtera. Itu yang harus diperjuangkan bersama,” kata Hari. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban