RADARTUBAN – Guru taman pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Tuban masih harus menunggu pencairan insentif yang semestinya diterima setiap bulan.
Sejak Januari hingga Agustus 2026, insentif untuk pendidik nonformal tersebut belum juga cair.
Kondisi ini membuat sejumlah pengelola TPQ mempertanyakan lamanya proses pencairan.
Apalagi, nominal insentif yang diterima setiap guru hanya Rp 200.000 per bulan.
Baca Juga: Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi PNS 2027, Ini Syarat dan Formasi yang Disiapkan
Meski relatif kecil, dana tersebut menjadi tambahan pendapatan bagi guru yang mengabdikan diri di lembaga pendidikan nonformal.
Salah satu pengelola TPQ di Kecamatan Merakurak mengatakan, pencairan seharusnya tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Menurut dia, proses tersebut semestinya dapat diselesaikan dalam satu atau dua bulan.
“Seharusnya pencairannya tidak molor. Cukup sebulan atau dua bulan, semestinya sudah selesai,” ujarnya.
Dia juga menyoroti perubahan skema insentif tahun ini. Insentif guru TPQ tidak lagi disertai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Sebelumnya, dari insentif sekitar Rp 200.000 yang diterima guru, Rp 48.800 digunakan untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup jaminan hari tua (JHT), jaminan kematian (JK), dan jaminan kecelakaan kerja.
Iuran tersebut sebelumnya dapat dicairkan setahun sekali. “Karena tahun ini tidak lagi ada BPJS Ketenagakerjaan, kalau guru meninggal dunia tidak bisa apa-apa,” bebernya.
Selain persoalan pencairan, pendataan penerima insentif juga mengalami perubahan. Berdasarkan kebijakan baru pemerintah daerah, penerima insentif harus mengacu pada data Education Management Information System (EMIS) dari TPQ.
Salah satu ketentuannya, guru yang berhak menerima insentif berasal dari TPQ dengan kelipatan 15 santri. Dengan ketentuan tersebut, jika sebuah TPQ memiliki 15 santri dan dua guru, hanya satu guru yang dapat menerima insentif.
Pengelola TPQ tersebut mengatakan, pendataan di lembaganya sebenarnya sudah selesai. Dari sepuluh guru yang sebelumnya menerima insentif, kini hanya lima guru yang masuk sebagai penerima.
Baca Juga: Inilah Empat Tipe Guru yang Merusak Pendidikan, Guru Gembul Soroti Penghambat Siswa
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Masyhudi mengatakan, pencairan insentif guru TPQ masih menunggu proses validasi data dari Kementerian Agama. “Insyaallah semoga segera cair,” ujarnya.
Dia memastikan pencairan insentif akan dilakukan dalam waktu dekat.
Anggota Komisi I DPRD Tuban Siswanto juga mempertanyakan belum cairnya insentif guru TPQ hingga Agustus.
Dalam rapat gabungan dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pihaknya menanyakan persoalan tersebut kepada Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tuban. “Alasannya masih mencocokkan data EMIS,” ujarnya.
Siswanto mendorong agar pencairan insentif segera dilakukan. Menurut dia, nominal insentif yang relatif kecil seharusnya tidak menjadi alasan proses pencairan berlangsung lama.
“Karena ini kan nominalnya kecil, berbeda dengan proyek yang nominalnya besar. Seharusnya ini bisa dipercepat,” pungkasnya. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban