PNM Mekaar Tuban Ajari 35 Perempuan Bikin Risol, Keterampilan Sederhana Jadi Peluang Usaha

Yudha Satria Aditama • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:58 WIB
Pelatihan pembuatan risol PNM Mekaar di Kerek, Tuban. (SINTA ARISKA/RADAR TUBAN
Pelatihan pembuatan risol PNM Mekaar di Kerek, Tuban. (SINTA ARISKA/RADAR TUBAN

RADARTUBAN– Keterampilan memasak yang dimiliki perempuan dapat menjadi modal berharga untuk membuka peluang usaha dari rumah. Melalui pengolahan yang kreatif dan tepat, makanan sederhana dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Potensi tersebut terus dikembangkan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui berbagai program pemberdayaan bagi nasabah PNM Mekaar.

Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Sebanyak 35 nasabah PNM Mekaar mengikuti program MBA Maya (Membina dan Memberdaya) berupa pelatihan pembuatan risol.

Kegiatan dilakukan dengan metode praktik langsung sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha.

Baca Juga: Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan tahapan membuat risol secara lengkap. Mulai dari mempersiapkan bahan, mengolah kulit dan isian, membentuk serta melipat risol, hingga proses penggorengan. 

Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa produk makanan yang sederhana dapat menjadi peluang bisnis apabila diolah dengan memperhatikan kualitas, rasa, kebersihan, dan tampilan.

Salah satu nasabah PNM Mekaar, Dina Agustin, mengaku memperoleh pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan membuat risol, tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang usaha yang dapat dilakukan untuk membantu menambah penghasilan keluarga. Ia menilai kegiatan berlangsung menarik, mudah dipraktikkan, dan memberikan manfaat yang bisa langsung diterapkan.

Bagi PNM, pemberdayaan nasabah bukan hanya sebatas memberikan akses pembiayaan. Pendampingan dan peningkatan kapasitas juga menjadi bagian penting agar nasabah mampu mengelola serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Program MBA Maya menjadi wadah untuk belajar, bertukar pengalaman, sekaligus menggali ide usaha sesuai dengan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.

Pemimpin Cabang PNM Bojonegoro, Rony Dwi Arianto, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi perempuan nasabah Mekaar untuk terus berkembang dan semakin mandiri.

Menurutnya, kegiatan pemberdayaan tidak sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga mendorong perempuan untuk berani belajar, bertumbuh, dan memperkuat kemampuan dalam menjalankan usaha.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, PNM mendorong nasabah Mekaar agar mampu melihat berbagai peluang ekonomi di sekitar mereka. Keterampilan sederhana seperti membuat risol dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan produk, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PNM dalam mendukung perempuan prasejahtera agar memiliki kesempatan lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan adanya keterampilan, pendampingan, dan kesempatan yang tepat, usaha rumahan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan sekaligus menjadi pijakan menuju kemandirian ekonomi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
PNM Mekkar Tuban Kerek Pelatihan memasak