RADARTUBAN – “Tugas bomba lebih daripada itu, bomba ni penyelamat. Kucing atas pokok, kerbau masuk parit, kuda terlepas, ular dalam rumah, semua kami selamatkan.”
Kutipan populer dari salah satu serial animasi berbahasa Melayu tersebut rupanya bukan sekadar seloroh kartun belaka. Kalimat itu benar-benar menggambarkan realita kerja harian personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tuban di lapangan saat ini.
Buktinya, hingga Sabtu (21/8), Damkar Tuban mencatat telah menangani setidaknya 675 kejadian darurat non-kebakaran dan 66 insiden kebakaran.
Baca Juga: Gratis dan Legal! Warga Tuban Bisa Adopsi Satwa Liar Hasil Evakuasi Damkar
Angka ini menegaskan bahwa tugas pasukan berseragam biru tersebut telah bertransformasi dari sekadar penakluk si jago merah menjadi tumpuan aksi penyelamatan warga dalam beragam situasi sulit.
Aksi penyelamatan non-kebakaran yang ditangani petugas sangat beragam dan acap kali di luar dugaan.
Operasi ini didominasi oleh pemusnahan sarang tawon, evakuasi reptil dan mamalia, hingga bantuan teknis melepaskan cincin yang tersangkut di jari warga maupun yang terperosok ke dalam saluran pembuangan kamar mandi.
Keseruan dan ketegangan aksi para personel saat bertaruh nyawa di lapangan kerap diabadikan dan diunggah ke platform media sosial. Konten edukatif sekaligus menghibur tersebut rupanya sukses menyedot perhatian publik hingga viral di jagat maya.
"Setiap giat damkar atau ada kejadian darurat non-kebakaran, kami unggah melalui sosial media kami. Yang terbaru, kami membantu mengambil cincin milik warga yang jatuh dan masuk ke saluran pembuangan di kamar mandi," ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji.
Sutaji menegaskan, instansinya selalu siap dan berkomitmen untuk hadir memberikan pelayanan cepat serta tepat tanpa membeda-bedakan jenis laporan darurat yang masuk dari masyarakat.
"Bukan hanya kebakaran saja, kami juga siap menangani keadaan darurat lainnya yang membutuhkan penanganan cepat dari tim damkar," tegasnya.
Berdasarkan rincian data resmi, dari total 675 evakuasi darurat non-kebakaran, penanganan sarang tawon menjadi kasus paling mendominasi dengan 482 kegiatan.
Selain itu, petugas juga mencatat telah merespons 146 evakuasi ular, 9 evakuasi biawak, 8 evakuasi kucing, 8 penanganan cincin tersangkut atau jatuh, 4 evakuasi kera, 2 evakuasi sapi, serta 16 kejadian darurat lainnya.
Sementara itu, untuk penanganan darurat kebakaran, Damkar Tuban mencatat sebanyak 66 kejadian telah berhasil dipadamkan.
Peristiwa teranyar adalah penanganan insiden kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah ruko alat pancing berlantai dua pada pekan lalu, serta insiden kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Jenu.
Data pemadaman kebakaran mencakup 18 lokasi lahan kosong, 15 pemukiman warga, 15 pemadaman kandang ternak yang terbakar, 8 tempat usaha, 3 kawasan hutan, 1 tiang listrik, serta 6 kejadian darurat kebakaran kategori lainnya.
Popularitas Damkar di jagat maya secara langsung menggeser stigma lama masyarakat mengenai fungsi instansi ini.
Video singkat yang menampilkan keberanian petugas saat menjinakkan ular hingga aksi dramatis penyelamatan lainnya konsisten memanen jutaan tayangan dan banjir pujian.
Interaksi hangat antara petugas dan warganet di media sosial tidak hanya membangun kepercayaan publik yang sangat tinggi, tetapi juga membuat warga kini tidak lagi ragu atau segan meminta bantuan tim damkar saat menghadapi situasi pelik di lingkungan sekitar. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban