Waspada Kemarau Bawah Normal di Tuban, Ini 3 Wilayah yang Paling Terdampak

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Kondisi cuaca panas terik namun berawan menghiasi kawasan Bundaran Seleko Tuban.
Kondisi cuaca panas terik namun berawan menghiasi kawasan Bundaran Seleko Tuban.

RADARTUBAN - Musim kemarau tahun 2026 diprediksi bakal berlangsung jauh lebih kering dan menyengat di tiga kecamatan, yakni Senori, Parengan, dan Soko, dibandingkan wilayah Tuban lainnya.

Berdasarkan Peta Prediksi Sifat Musim Kemarau 2026 yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, kondisi kemarau di tiga kecamatan wilayah selatan Tuban yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bojonegoro itu masuk dalam kategori Bawah Normal (BN).

Kondisi ini menandakan bahwa akumulasi curah hujan yang turun di Senori, Parengan, dan Soko selama musim kemarau 2026 diperkirakan berada di bawah batas rata-rata normal.

Baca Juga: 10 Karhutla Terjadi di Tuban Selama Musim Kemarau, Mayoritas Dipicu Hal Ini

BMKG menjelaskan, sifat hujan dasarnya merupakan indikator untuk menilai apakah suatu musim terasa lebih basah, sama saja, atau lebih kering dari biasanya.

"Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan, baik satu periode musim hujan maupun kemarau terhadap jumlah curah hujan normal pada rentang yang sama," tulis BMKG Stasiun Meteorologi Tuban dalam unggahan resminya di media sosial.

BMKG Tuban mengklasifikasikan sifat hujan ke dalam tiga kategori utama, yakni Atas Normal (AN), Normal (N), dan Bawah Normal (BN).

Kategori AN ditetapkan apabila curah hujan menembus lebih dari 115 persen terhadap rata-rata normal. Sementara kategori N berada di rentang 85 hingga 115 persen, dan kategori BN mencatatkan angka kurang dari 85 persen.

Sementara itu, untuk 17 kecamatan lain di Kabupaten Tuban, seperti Jenu, Merakurak, Semanding, Palang, Bangilan, Kerek, hingga Tuban, akumulasi curah hujannya diprediksi dalam kategori N dan masih aman berada di angka 85 hingga 115 persen dari nilai normalnya. (*)

 

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : BMKG Tuban
Tuban BMKG musim kemarau curah hujan