Ajang Cosplay Heritage dan Vlogging Tuban 2026 Ikut Ditunda demi Empati Bencana NTT

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Informasi penundaan kegiatan Cosplay Heritage and Vlogging. (instagram.com/disbudporapartuban)
Informasi penundaan kegiatan Cosplay Heritage and Vlogging. (instagram.com/disbudporapartuban)

RADARTUBAN - Atmosfer peringatan hari kemerdekaan di Bumi Wali dipastikan mengalami penyesuaian gelombang acara. Setelah Pesta Kemerdekaan dibatalkan, kali ini kegiatan Cosplay Heritage and Vlogging Competition 2026 diumumkan ditunda.

Informasi penundaan tersebut disampaikan secara resmi melalui unggahan resmi di media sosial Instagram milik Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban pada Jumat (21/7).

Baca Juga: Bupati Tuban Mas Lindra Batalkan Pesta Kemerdekaan Tuban demi Solidaritas Bencana NTT: Ini Wujud Nyata Dari Kemerdekaan

Ajang adu kreatif bernuansa sejarah yang digagas Pemkab Tuban tersebut ditunda sebagai bentuk empati dan duka mendalam atas musibah yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Keputusan mengehentikan sejenak eforia perayaan ini diambil guna mengedepankan rasa kepedulian serta solidaritas kemanusiaan terhadap para korban yang terdampak bencana di wilayah timur Indonesia tersebut.

Secara teknis, perhelatan kompetisi ini mulanya dijadwalkan berlangsung pada Minggu (23/8). Namun, setelah melalui pertimbangan matang, agenda tersebut mengalami penyesuaian jadwal oleh panitia penyelenggara dan diputuskan gelaran ini akan bergeser ke hari Kamis (27/8) mendatang.

Melalui rilis resminya di media sosial, panitia mengungkapkan permohonan maaf sekaligus harapan agar penundaan ini dapat dimaknai secara positif oleh seluruh pihak, khususnya para calon kontestan yang telah mempersiapkan diri.

"Penyesuaian ini menjadi bentuk empati dan penghormatan kami, sekaligus memberikan waktu tambahan bagi peserta untuk mempersiapkan penampilan terbaiknya. Terima kasih atas pengertian dan dukungannya. See you on 27 August 2026!" tulis unggahan resmi Disbudporapar Tuban tersebut.

Pergeseran kalender agenda ini secara tidak langsung memberikan rentang waktu ekstra bagi para pegiat cosplay serta kreator konten audio-visual untuk mematangkan konsep karya mereka. 

Para peserta dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk menyempurnakan kerumitan detail busana tokoh sejarah yang diusung, memperdalam riset karakter, hingga merancang alur sinematografi vlog secara lebih komprehensif.

Langkah adaptif yang diambil Pemkab Tuban ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap menghidupkan ruang apresiasi seni sejarah, tanpa menyampingkan kepekaan sosial dan nilai kemanusiaan di tengah suasana duka nasional. (*)

 

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
Cosplay Heritage Tuban 2026 Pemkab Tuban Disbudporapar Tuban