39 CJH Lansia Tuban Tak Ikut Sekolah Haji, Kemenhaj Turun Langsung Cek Kesiapan

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:32 WIB
Plt Kepala Kemenhaj Tuban Abd Ghofur berbincang dengan CJH lansia yang akan berangkat haji pada 2027 mendatang. (Radar Tuban)
Plt Kepala Kemenhaj Tuban Abd Ghofur berbincang dengan CJH lansia yang akan berangkat haji pada 2027 mendatang. (Radar Tuban)

RADARTUBAN – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban memastikan kesiapan 39 calon jemaah haji (CJH) lansia yang masuk daftar prioritas keberangkatan.

Langkah tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung rumah jemaah yang tidak mengikuti Sekolah Haji.

Plt Kepala Kemenhaj Tuban Abd Ghofur mengatakan, Sekolah Haji yang digelar sejak Juli lalu diikuti 961 CJH yang masuk daftar prioritas keberangkatan. Namun, dari jumlah tersebut terdapat 39 CJH kategori lansia yang tidak hadir.

Baca Juga: Antrean Haji Indonesia Bikin Geger, 400 Ribu Data Diduga Invalid dan Dana Rp 10 Triliun Jadi Sorotan

Karena itu, petugas Kemenhaj turun langsung untuk memastikan kondisi mereka.

‘’Tujuannya memastikan kondisi kesehatan, kesiapan dokumen, serta memberikan motivasi dan pembinaan menjelang pemberangkatan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Ghofur, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian Kemenhaj terhadap jemaah lansia.

Petugas juga ingin memastikan jemaah dalam kondisi sehat, dokumen lengkap, serta siap secara fisik dan mental untuk menunaikan ibadah haji.

Dari kunjungan tersebut, Kemenhaj menemukan sejumlah kondisi. Di antaranya, jemaah yang tidak hadir karena sakit parah. Ada pula yang telah meninggal dunia dan beberapa jemaah menyatakan tidak berangkat.

Namun, sebagian lainnya masih menyatakan siap berangkat ke Tanah Suci.

‘’Saat berkunjung, kami juga berkoordinasi dengan keluarga jemaah untuk menyiapkan aspek kesehatan, obat-obatan, serta pendampingan selama di embarkasi dan di Tanah Suci,” jelasnya.

Pejabat asal Kabupaten Lamongan itu menyampaikan, kunjungan tersebut mendapat apresiasi dari keluarga jemaah.

Sebab, petugas Kemenhaj bersedia mendatangi langsung jemaah yang kesulitan mengikuti kegiatan pembinaan. ‘’Kami ingin memastikan tidak ada jemaah yang terlewatkan hanya karena keterbatasan kondisi untuk hadir dalam kegiatan,’’ katanya.

Sebelumnya, Sekolah Haji digelar pada 22 Juli hingga 1 Agustus. Pesertanya merupakan CJH yang telah masuk daftar prioritas keberangkatan sebanyak 961 orang.

Baca Juga: Berkas Dilimpahkan ke Pengadilan, Mantan Menag Yaqut Segera Disidang Kasus Korupsi Kuota Haji

Jumlah tersebut terdiri atas 922 jemaah berdasarkan nomor porsi dan 39 jemaah prioritas lansia.

Sekolah Haji menjadi kegiatan perdana dengan konsep berbeda. Jika sebelumnya pembinaan jemaah dilakukan secara serentak di Asrama Haji, tahun ini kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sekolah haji dan dilaksanakan secara bertahap.

Dalam kegiatan tersebut CJH mendapatkan pembekalan materi sekaligus praktik manasik. Materi yang diberikan meliputi tata cara ibadah haji, kesehatan, serta kesiapan mental dan spiritual.

‘’Dengan begitu, diharapkan jemaah bisa berangkat dan pulang dengan selamat serta meraih haji yang mabrur,’’ pungkasnya. (fud/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban Haji Kemenhaj jemaah