RADARTUBAN - Anggaran infrastruktur dalam Perubahan APBD (P-APBD) Kabupaten Tuban 2026 diproyeksikan meningkat Rp 357 miliar.
Kenaikan itu menjadikan alokasi belanja infrastruktur naik dari Rp 951 miliar pada APBD murni menjadi sekitar Rp 1,3 triliun.
Dengan penambahan tersebut, proporsi anggaran infrastruktur terhadap total belanja daerah meningkat dari 38,49 persen menjadi 46,41 persen.
Sekda Tuban Budi Wiyana mengatakan, tambahan anggaran infrastruktur tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Namun, alokasi terbesar berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban.
Menurut Budi, penambahan anggaran tersebut berkaitan dengan sejumlah pekerjaan fisik yang harus dituntaskan tahun ini. Infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas Pemkab Tuban, selain pendidikan dan kesehatan.
‘’Salah satu pekerjaan yang menjadi fokus adalah pembangunan dan perbaikan jalan,’’ ujarnya. Budi menyampaikan, masih terdapat sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalan poros yang membutuhkan penanganan.
Laporan masyarakat mengenai kondisi jalan juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan. “Mana yang memerlukan penanganan, itu yang akan kami tangani,” tegas mantan kepala Bappeda Tuban itu.
Budi enggan membeberkan secara rinci ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan maupun perbaikan.
Menurut dia, rincian lokasi pekerjaan berada di masing-masing OPD teknis. “Ada rinciannya, tapi tidak bisa menyampaikan satu per satu. Dinas teknis yang bisa menyampaikan itu,” ujarnya.
Budi mengatakan, penanganan jalan akan terus dikebut hingga akhir tahun. Pekerjaan yang belum selesai pada 2026 akan dilanjutkan pada 2027.
Dengan skema tersebut, pemkab daerah menargetkan penanganan ruas jalan dapat dilakukan secara bertahap hingga tahun depan. Meski demikian, pembangunan dan perbaikan jalan tidak berarti membuat seluruh ruas jalan selalu dalam kondisi mulus.
Setelah pekerjaan fisik selesai, pemeliharaan tetap diperlukan untuk menjaga kondisi jalan. “Karena tidak mungkin semua akan mulus. Setelahnya tinggal pemeliharaan,” tegasnya.
Baca Juga: Dua ASN Digrebek di Kamar Kos Tuban, Dilaporkan Melakukan Perzinahan oleh Suami
Saat ini, pembahasan P-APBD 2026 masih berlangsung. Secara keseluruhan, anggaran belanja daerah juga diproyeksikan meningkat Rp 183 miliar.
Dari sekitar Rp 2,9 triliun pada APBD murni, belanja daerah dalam perubahan APBD diproyeksikan menjadi sekitar Rp 3,1 triliun.
Sementara itu, Kepala DPUPR PRKP Tuban Agung Supriyadi belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi terkait jumlah proyek baru yang masuk dalam P-APBD 2026. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban