Kebakaran Lahan Berulang Setiap Kemarau, Warga Tuban Diminta Tak Menyepelekan

Andreyan (An) • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:04 WIB
Lahan di area hutan jati di Desa Gesing, Kecamatan Semanding terbakar pada Senin sore hingga malam. Kondisi ini memicu asap tebal yang mengganggu lalu lintas. (Dok. Jawa Pos Radar Tuban)
Lahan di area hutan jati di Desa Gesing, Kecamatan Semanding terbakar pada Senin sore hingga malam. Kondisi ini memicu asap tebal yang mengganggu lalu lintas. (Dok. Jawa Pos Radar Tuban)

RADARTUBAN-Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Tuban saat musim kemarau. Setelah kebakaran melanda lahan seluas lebih dari satu hektare di area proyek Kilang GRR (Grass Root Refinery) Tuban di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, titik api kembali muncul di area hutan jati Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Senin (24/8) hingga malam.

Kebakaran di kawasan tersebut bukan kejadian kali pertama. Warga menyebut area hutan jati di Desa Gesing terjadi setiap musim kemarau.

Saiful, warga setempat, mengatakan, kebakaran pada Senin diperkirakan melahap lahan seluas hampir satu hektare.

‘’Warga berupaya memadamkan api secara mandiri karena asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: Lahan GRR Tuban Kembali Terbakar, Standar Proteksi Kebakaran Jadi Sorotan

Menurut Saiful, dalam tiga hari terakhir beberapa kali terlihat kobaran api membakar lahan di kawasan tersebut. Dia menduga kebakaran tersebut disengaja. 

“Kalau dari polanya, sepertinya memang sengaja ada yang membakar lahan,” beber dia.

Dia menyampaikan, kawasan lahan dan hutan jati di Desa Gesing dikenal sebagai daerah langganan kebakaran setiap musim kemarau. Karena itu, kejadian yang terus berulang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius, terutama dalam upaya pencegahan.

Sementara itu, Kabid Damkar Tuban Sutaji mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait kebakaran lahan di Desa Gesing. Dia meminta masyarakat tetap melaporkan setiap kejadian kebakaran meskipun api masih bisa ditangani secara mandiri.

“Meski warga menganggap bisa memadamkan api sendiri, tapi sebaiknya tetap melapor. Sebab kita tidak tahu risiko apa yang akan terjadi ke depan,” kata dia.

Menurut Sutaji, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan.

“Melihat kondisi sekarang ini, sebaiknya tidak melakukan pembakaran sampah atau pun lahan. Warga diimbau tidak menyepelekan imbauan ini,” tandasnya.(an/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Radar Tuban
desa gesing Tuban kebakaran musim kemarau lahan