RADARTUBAN – SMAN 1 Soko menjadi tuan rumah kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Focus Group Discussion (FGD) Program SMA Double Track Wilayah Kabupaten Tuban 2026, Rabu (26/8). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu menjadi bagian dari evaluasi program sekaligus penguatan pendidikan keterampilan bagi siswa SMA.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Kabid PPSMA, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Kasi SMA, Korwas, serta Koordinator SMA Double Track ITS M. Zainul Asrori.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan stan pameran Kelompok Usaha Siswa (KUS). Aries bersama rombongan melihat sejumlah produk dan karya inovasi siswa yang dikembangkan melalui program SMA Double Track pada tujuh sekolah di Tuban.
Tujuh sekolah tersebut, SMAN 1 Soko, SMAN 1 Bancar, SMAN 1 Plumpang, SMAN 1 Grabagan, SMAN 1 Montong, SMAN 1 Senori, dan SMAN 1 Kenduruan.
Beragam produk hasil kreativitas siswa dipamerkan, mulai dari produk usaha hingga karya inovasi yang dikembangkan melalui program Double Track.
Aries mengapresiasi kreativitas dan kualitas produk yang ditampilkan. Menurut dia, pengembangan keterampilan siswa perlu diikuti kemampuan mengelola usaha agar keterampilan tersebut dapat menjadi bekal kemandirian. ‘’Keterampilan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menghitung biaya, mengelola usaha, membangun strategi pemasaran, hingga memperluas pasar,’’ ujarnya.
Aries mengatakan, program Double Track dirancang untuk mendorong kemandirian dan keberanian siswa. Setiap sekolah memiliki kekhasan program masing-masing, sehingga produk yang dihasilkan pun beragam.
‘’Keberhasilan Double Track tidak hanya diukur dari kemampuan siswa menghasilkan produk. Tetapi juga dari keberanian mereka untuk belajar, berinovasi, dan melihat keterampilan sebagai bekal menentukan masa depan,’’ tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD yang melibatkan kepala sekolah, trainer Double Track, dan peserta didik. Mereka berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program, terutama dalam pengembangan keterampilan dan kemandirian siswa.
Aries menyampaikan, hasil Monev dan FGD menunjukkan pelaksanaan program Double Track di sejumlah sekolah di Tuban berjalan baik. Program tersebut juga dinilai memberikan dampak positif bagi peserta didik.
Usai kegiatan, Aries meninjau proses revitalisasi ruang kelas SMAN 1 Soko. Peninjauan tersebut didampingi Kepala SMAN 1 Soko Sumarni.
Sumarni menyampaikan terima kasih karena SMAN 1 Soko dipercaya menjadi tuan rumah Monev dan FGD. Menurut dia, seluruh rangkaian kegiatan telah disiapkan secara maksimal.
‘’Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar. Kami juga ingin menunjukkan bahwa program Double Track di SMAN 1 Soko terus kami kembangkan sebagai bekal keterampilan dan jiwa kewirausahaan siswa,’’ ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sumarni juga memaparkan praktik SMAN 1 Soko dalam menjalankan program. Pemaparan mencakup manajemen, tata kelola, hingga strategi penguatan kekhasan sekolah dalam mengembangkan keterampilan siswa.
Program Double Track diharapkan tidak hanya mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program tersebut juga membekali siswa dengan keterampilan agar mampu mandiri dan memiliki daya saing di dunia kerja maupun bidang kewirausahaan.(fud/ds)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : Radar Tuban