RADARTUBAN - Sejarah kejayaan Pelabuhan Tuban pada masa Kerajaan Majapahit diangkat MTs Negeri 1 Tuban dalam penampilan Tuban Specta Night Carnival (TSNC) 2026, Sabtu (29/8).
Mengusung tema "Pelabuhan Utama Kerajaan Majapahit/Kejayaan Pelabuhan Kuno Tuban", kontingen MTsN 1 Tuban mengangkat kisah Kambang Putih yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa.
Kepala MTsN 1 Tuban Subiyanto mengatakan, tema tersebut dipilih untuk mengenalkan kembali sejarah Tuban kepada generasi muda.
Menurut dia, Tuban pada masa lalu memiliki peran strategis dalam aktivitas perdagangan maritim yang menghubungkan berbagai wilayah Nusantara dengan dunia internasional.
‘’Kami ingin mengenalkan kembali sejarah kejayaan Pelabuhan Tuban. Anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga memahami bahwa Tuban memiliki sejarah besar sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan,’’ ujarnya.
Dalam penampilannya, Pelabuhan Tuban digambarkan sebagai entrepot atau pelabuhan transit sekaligus pusat pengumpulan berbagai komoditas.
Letaknya yang strategis membuat Pelabuhan Kambang Putih menjadi tempat bertemunya pedagang dari wilayah timur Nusantara, pedalaman Jawa, hingga pasar internasional.
Pedagang dari berbagai bangsa, seperti Tiongkok, Arab, Persia, Gujarat (India), dan sejumlah wilayah Nusantara, digambarkan beraktivitas di pelabuhan tersebut.
Keragaman itu divisualisasikan melalui sejumlah tokoh yang diperankan para siswa. Mereka terdiri dari pedagang pribumi Jawa, saudagar beserta istrinya, rakyat pribumi, serta pedagang Arab, Tiongkok, dan India.
Unsur budaya juga diperkuat melalui kostum yang dikenakan para peserta. Busana masyarakat Jawa pesisir ditampilkan berdampingan dengan pakaian para pedagang mancanegara.
Gambaran tersebut menjadi simbol pertemuan berbagai budaya yang terjadi di Pelabuhan Tuban pada masa lalu.
Untuk memperkuat cerita, kontingen MTsN 1 Tuban membawa sejumlah properti, antara lain, miniatur kapal dagang sebagai simbol aktivitas perdagangan maritim, hasil bumi sebagai komoditas perdagangan, pakaian pedagang dan rakyat pribumi, serta kostum penari. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban