Ramai Pawai Agustusan dan Karnaval, Pelaku Usaha Sewa Kostum Banjir Pesanan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 07:32 WIB
Rini tengah memakaikan salah satu koleksi kostumnya pada seorang pelanggan. (Shafa Dina Hayuning Mentari/ Radar Tuban)
Rini tengah memakaikan salah satu koleksi kostumnya pada seorang pelanggan. (Shafa Dina Hayuning Mentari/ Radar Tuban)

RADARTUBAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia membawa berkah melimpah bagi para pelaku usaha sewa kostum di Kabupaten Tuban.

Momentum semarak Agustusan dan pawai karnaval membuat permintaan sewa busana adat hingga kostum karnaval bertema khusus melonjak drastis.

Bahkan, puluhan item kostum ludes dipesan oleh pelanggan dari dalam maupun luar daerah.

Salah satu pemilik usaha persewaan kostum di Tuban, Rini mengungkapkan, bahwa lonjakan pesanan sudah terasa sejak pertengahan Agustus dan mencapai puncaknya pada akhir bulan.

Tak tanggung-tanggung, puluhan item busana dan maskot karnaval premium miliknya habis tersewa untuk berbagai agenda perayaan kemerdekaan serta peragaan busana lokal.

Baca Juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Pedagang Bendera Musiman di Tuban Mulai Dibanjiri Pembeli

"Tahun ini permintaannya luar biasa ramai, jauh meningkat dibanding tahun lalu. Bahkan ada sekitar 43 kostum maskot karnaval yang keluar sekaligus untuk satu hari," ujar Rini saat ditemui di tempat usahanya, Jumat (28/8).

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, Rini menyediakan beragam jenis kostum.

Mulai dari pakaian adat nusantara seperti Betawi, Minahasa, dan Kalimantan, busana tradisional lurik dan kebaya, hingga kostum maskot karnaval megah berbentuk burung merak maupun garuda.

Tarif yang dipatok pun sangat fleksibel, disesuaikan dengan tingkat kerumitan, ukuran, serta kemewahan detail kostum yang disewa.

"Harga sewa kami mulai dari harga Rp 250 ribu untuk tingkat anak-anak atau busana standar, hingga Rp 1,2 juta untuk kostum maskot karnaval tipe premium yang berukuran besar dan penuh detail," kata Rini menjelaskan patokan harganya.

Dia sengaja menetapkan tarif yang kompetitif agar dapat dijangkau oleh semua kalangan, baik perorangan, kelompok sekolah, maupun instansi pemerintah dan swasta.

Menariknya, Rini menyebutkan bahwa penyewa terbanyak justru berasal dari wilayah kecamatan di luar kawasan Tuban Kota.

Antusiasme masyarakat di pedesaan untuk menggelar pawai budaya dan karnaval tingkat kecamatan terbilang sangat tinggi dan meriah.

Kecamatan-kecamatan seperti Bangilan, Semanding, Palang, hingga Jenu menjadi penyumbang langganan terbesar.

Tak hanya itu, jangkauan pasarnya bahkan menembus kabupaten tetangga. Pelanggan dari Bojonegoro, Lamongan, hingga Jombang turut memadati daftar antrean sewa di tempatnya.

"Karnaval di tingkat kecamatan justru sangat megah dan totalitas. Masyarakat sangat antusias memeriahkan kampungnya. Selain itu, kami juga melayani rombongan besar seperti dari rumah sakit dan lembaga pendidikan," imbuhnya.

Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Rini menekankan pentingnya kualitas bahan baku dalam pembuatan kostum maskot.

Dia memilih menggunakan bahan busa hati yang diukir khusus dibanding menggunakan lem tembak konvensional.

Menurutnya, bahan busa hati lebih tahan panas dan awet saat dipakai di bawah terik matahari atau diletakkan di atas panggung dan sound system saat pawai berlangsung.

Agar koleksi kostum selalu kekindian, Rini menerapkan peremajaan stok hingga 50 persen setdiap tahunnya.

Kostum edisi lama atau busana yang membutuhkan perbaikan kecil tidak ditumpuk di gudang, melainkan dijual kembali melalui sdiaran langsung di media sosial.

Dengan strategi peremajaan rutin dan pelayanan yang ramah, usaha sewa kostum milik Rini mampu bertahan dan terus berkembang menjadi salah satu rujukan utama masyarakat Tuban dan sekitarnya setdiap kali musim peringatan hari besar nasional tiba. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
usaha sewa kostum perayaan kemerdekaan karnaval kostum agustusan