Harga Cabai Rawit Merah Makin Pedas di Awal September

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 16:00 WIB
TERUS NAIK: Pedagang sembako Pasar Baru Tuban hendak menimbang cabai di lapaknya, Rabu (24/7).
TERUS NAIK: Pedagang sembako Pasar Baru Tuban hendak menimbang cabai di lapaknya, Rabu (24/7).

RADARTUBAN – Memasuki awal bulan September, masyarakat disuguhkan dengan harga cabai rawit merah yang kian pedas. Bagaimana tidak, harga komoditas dapur ini naik Rp 6.600 dibandingkan pekan terakhir Agustus.

Berdasarkan data resmi publikasi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban per Selasa (1/9) melalui akun media sosialnya, lonjakan paling kencang memang diduduki oleh cabai rawit merah yang kini melambung hingga menyentuh angka Rp 61.600 per kilogram.

Fluktuasi harga komoditas pangan di Bumi Wali pada pergantian bulan ini menunjukkan dinamika yang cukup kontras. Di satu sisi, selain cabai rawit merah, pergerakan naik juga dialami oleh komoditas daging ayam ras. 

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Tuban Naik Jadi Rp 42 Ribu per Kg, Bahan Pokok Lain Masih Stabil

Meski tidak setajam cabai rawit, harga daging ayam ras terpantau merangkak naik tipis sebesar Rp 400 menjadi beradai di harga Rp 40 ribu per kilogram.

Namun demikian, di balik lonjakan pedasnya cabai rawit merah, masyarakat setidaknya masih mendapatkan sedikit angin segar dari beberapa bumbu dapur dan kebutuhan pokok utama lainnya. 

Pasalnya, kelompok cabai merah keriting justru menunjukkan tren penurunan sebesar Rp 600, sehingga harganya kini menjadi Rp 30.600 per kilogram.

Komoditas duo bawang juga kompak melandai bersamaan. Baik bawang merah maupun bawang putih sama-sama mengalami penurunan harga sebesar Rp 800 per kilogram. 

Penyesuaian harga tersebut membuat bawang merah kini dipasarkan sebesar Rp 26.400 per kilogram, sementara bawang putih dapat dibeli warga dengan harga Rp 31.400 per kilogram. 

Tidak hanya bumbu dapur, bahan pangan utama yakni beras premium stabil berada di harga Rp 14.800 per kilogram.

Di luar komoditas yang mengalami gejolak, sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya dilaporkan masih sangat aman dan bertahan di harga konstan.

Beras medium terpantau stabil pada harga Rp 13.500 per kilogram, disusul minyak goreng kemasan yang tetap bertahan di angka Rp 21 per kilogram, serta gula pasir yang konsisten di harga Rp 17 ribu per kilogram. 

Sementara itu, untuk komoditas pemenuh protein masyarakat seperti daging sapi masih stagnan di angka Rp 128 ribu per kilogram dan telur ayam ras dijual stabil pada level Rp 24.100 per kilogram.

Menanggapi fluktuasi harga di awal September ini, Wati salah seorang pedagang di pasar tradisional Tuban membenarkan adanya lonjakan harga pada komoditas cabai.

“Cabai memang seringkali naik atau turun drastis. Mungkin disebabkan karena saat ini kebutuhan cabai masih cukup banyak di masyarakat karena sedang banyak acara,” tuturnya. 

Meski demikian, dia menyebut harga cabai bisa berubah dalam waktu singkat.

“Fluktuasinya cabai itu cepat, bisa jadi saat ini di harga Rp 60 ribu, tapi besok bisa saja turun atau malah semakin naik. Bisa jadi juga dikarenakan faktor di tingkat pemasoknya,” pungkasnya. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
cabai rawit merah harga cabai rawit merah kebutuhan pokok bahan pokok