Sejumlah Gerai KDMP di Tuban Tutup, Diskopumdag: Koperasinya Belum Tentu Berhenti

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:26 WIB
Gerai KDMP di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban yang sudah tidak lagi beroperasi, barang dagangan di dalamnya juga sudah tidak ada.  (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)
Gerai KDMP di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban yang sudah tidak lagi beroperasi, barang dagangan di dalamnya juga sudah tidak ada.  (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)

RADARTUBAN - Tujuan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memperkuat kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan belum sepenuhnya tercapai. 

Belum genap setahun beroperasi, sejumlah gerai KDMP di Kabupaten Tuban sudah tidak lagi beraktivitas.

Kondisi itu terlihat dari pantauan Jawa Pos Radar Tuban di sejumlah wilayah. Salah satunya gerai KDMP di Desa Sokosari, Kecamatan Soko. Gerai kecil di sisi Jalan Raya Soko itu tampak tidak beroperasi.

Gerai tersebut bersebelahan dengan gerai KDMP milik PT Agrinas Pangan Nusantara yang juga belum beroperasi.

Baca Juga: KDMP dan Penihilan Peran Kepala Desa : “Tamu yang Menjadi Tuan di Rumah Orang”

Kondisi serupa terlihat di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban. Gerai sembako KDMP yang berada di Jalan Panglima Sudirman tampak tutup dan tidak terlihat aktivitas.

"Gerai ini lama tutup, kalau tidak salah kemarin hanya buka sekitar tiga bulan setelah diresmikan," ujar salah satu warga setempat yang enggan menyebut namanya.

Warga tersebut mengaku tidak mengetahui alasan pasti gerai itu berhenti beroperasi. Dia juga mengatakan tidak pernah berbelanja di gerai tersebut.

Gerai KDMP di Desa Ngino, Kecamatan Semanding, juga mengalami kondisi serupa. Gerai ini tutup dan tidak terlihat aktivitasnya.

Padahal, gerai-gerai tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan salah satu bisnis waralaba milik pesantren di Kabupaten Lamongan. 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Gunadi mengatakan, tutupnya gerai tidak serta-merta menunjukkan koperasi desa/kelurahan tersebut berhenti beroperasi.

Menurut dia, KDMP tidak hanya memiliki satu bidang usaha. Jika gerai ritel atau toko tutup, bidang usaha lainnya masih mungkin berjalan.

"Bisa jadi beroperasi itu tidak hanya satu bidang usaha, yang tutup kan retail/tokonya, bisa jadi bidang usaha lain masih beroperasi," ujarnya.

Gunadi mengatakan, berdasarkan data institusinya, saat ini tercatat 80 KDMP yang masih beroperasi. Jumlah tersebut tersebar pada 20 kecamatan.

Rinciannya, Kecamatan Bancar 7 koperasi, Bangilan 6 koperasi, Grabagan 1 koperasi, Jatirogo 3 koperasi, Jenu 1 koperasi, Kenduruan 3 koperasi, Kerek 3 koperasi, Merakurak 1 koperasi, Montong 8 koperasi, Parengan 7 koperasi, dan Palang 5 koperasi.

Baca Juga: Mangkrak 7 Bulan, 250 Gerai KDMP di Tuban Belum Beroperasi

Selanjutnya, Plumpang 2 koperasi, Rengel 3 koperasi, Semanding 3 koperasi, Senori 5 koperasi, Singgahan 3 koperasi, Soko 2 koperasi, Tambakboyo 6 koperasi, Tuban 5 koperasi, serta Widang 6 koperasi.

"Sementara ini masih seperti itu (jumlah KDMP beroperasi 80, Red)," ujarnya. 

Mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Tuban itu mengatakan, gerai yang telah beroperasi saat ini merupakan bagian dari usaha KDMP yang mulai berjalan di luar sarana dan prasarana gerai yang dibangun PT Agrinas Pangan Nusantara.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban diskopumdag KDMP