Kebakaran Kapal di PPI Karangagung Tuban, Dua Kapal Porsen Hangus Terbakar

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:14 WIB
Tangkapan layar insiden kebakaran di PPI Krangagung Palang, Jumat (4/9) dini hari. (Istimewa)
Tangkapan layar insiden kebakaran di PPI Krangagung Palang, Jumat (4/9) dini hari. (Istimewa)

RADARTUBAN - Musibah kebakaran hebat melanda kawasan Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Karangagung yang terletak di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat (04/09) dini hari. 

Insiden mencekam tersebut menghanguskan dua unit kapal porsen yang sedang bersandar di area pelabuhan dan sempat mengancam keselamatan belasan armada tangkap nelayan lainnya yang ditambat secara berdekatan.

Total kerugian material akibat amukan si jago merah diperkirakan menembus angka sekitar Rp400 juta. 

Meskipun demikian, langkah sigap dan respons cepat dari tim Damkar Tuban berhasil menyelamatkan sekitar 15 unit kapal nelayan lain di sekeliling TKK (tempat kejadian kebakaran) yang memiliki estimasi total nilai aset mencapai Rp4 miliar. 

Beruntung, dalam musibah ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka.

Baca Juga: Kebakaran PT Silog Tuban Baru Padam Setelah 15 Jam, Penyebab Masih Didalami

“Peristiwa ini mulanya dilaporkan terjadi pada pukul 01.23 WIB. Berdasarkan informasi awal, titik api pertama kali nampak membakar bagian jaring milik salah satu kapal,” terang Kabid Damkar Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Tuban Sutaji, Jumat (4/9).

Angin malam dan material yang mudah terbakar dengan cepat membuat kobaran api meluas serta merembet ke kapal lain yang diparkir persis di sampingnya.

Menerima laporan darurat tersebut, Damkar Tuban bergerak cepat. Hanya selang satu menit sejak laporan masuk, dua unit armada pemadam kebakaran dari Pos Mako Tuban langsung diberangkatkan menuju lokasi musibah. 

Sebanyak enam personel Damkar Tuban diturunkan secara langsung ke titik kebakaran untuk melakukan operasi pemadaman secara intensif. 

Sutaji menjelaskan, bahwa upaya penanganan darurat ini harus dieksekusi dengan sangat cepat dan terukur mengingat posisi kedua kapal yang terbakar berada di tengah-tengah kerumunan kapal nelayan yang sangat padat.

"Kondisi tersebut membuat kebakaran berpotensi menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar apabila api tidak segera dikendalikan," imbuhnya saat memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut. 

Upaya keras para personel di lapangan membuahkan hasil ketika api pokok berhasil dilokalisasi sekitar pukul 01.50 WIB.  

Untuk mengantisipasi kemunculan bara api tersembunyi yang dapat memicu ledakan atau penyalaan ulang, proses pembasahan terus dilakukan secara menyeluruh hingga sekitar pukul 03.00 WIB sampai lokasi benar-benar dipastikan steril dan aman.

Faktor penting lain yang membuat penanganan ini berjalan sukses adalah terkendalinya api sehingga tidak sampai menyentuh tangki penyimpanan bahan bakar solar yang terletak di bagian bawah lambung kapal. 

Mantan Camatn Bancar ini juga mengonfirmasi, bahwa dua armada kapal porsen yang musnah terbakar tersebut masing-masing adalah milik Tulus dan Sahab yang merupakan warga lokal asal Ngaglik.

"Dua kapal yang terbakar milik Tulus dan Sahab, warga Ngaglik. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut," lanjutnya.

Mengenai pemicu utama kebakaran, hingga saat ini pihak berwenang belum bisa memastikannya. 

Situasi di area dermaga PPI Karangagung yang cenderung sepi sebelum insiden terjadi menyebabkan tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung asal-usul munculnya percikan api pertama kali.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merember ke tumpukan bahan bakar atau solar yang ada di bawah lambung kapal,” pungkas Taji.  

Jajaran kepolisian masih terus menjalankan proses penyelidikan dan penelusuran mendalam guna membongkar penyebab pasti di balik insiden terbakarnya dua kapal nelayan tersebut. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban
pelabuhan perikanan indonesia ppi karangagung Karangagung palang Damkar Tuban