RADARTUBAN – Laju perkembangan teknologi kini mendorong pergeseran tren literasi Gen Z di Kabupaten Tuban salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi Tuban Digital Library (TULIB).
Kemudahan mengakses bermacam literatur dalam satu genggaman membuat perpustakaan berbasis aplikasi ini kian diminati oleh generasi muda.
Kondisi tersebut tampak dari melonjaknya keanggotaan masyarakat pada platform literasi digital milik Pemkab Tuban tersebut.
Hingga pertengahan tahun ini, jumlah warga yang terdaftar sebagai anggota TULIB telah menembus angka 2.098 orang dari batas kuota 2.500 per tahun.
Baca Juga: Perpustakaan Konvensional Tetap Penting, Angka Kunjungan Perpusda Tuban Tembus 187 Ribu Orang
Capaian di semester pertama 2026 ini melompat cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama di tahun 2025 lalu, keanggotaan TULIB baru menyentuh angka 1.375 anggota dari kuota maksimal 2.500 orang.
Bahkan, sepanjang enam bulan pertama tahun lalu, penambahan pengguna baru hanya tercatat tipis sebanyak 182 anggota.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban Masykuri membenarkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan platform literasi berbasis digital tersebut.
"Ya, ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya karena kita selalu memberikan dorongan kepada pemustaka dan masyarakat untuk selalu bisa memanfaatkan layanan perpustakaan, baik konvensional maupun digital," ujar Masykuri kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Masykuri menjelaskan, pengembangan perpustakaan berbasis elektronik memang menjadi langkah strategis agar daerah tidak tertinggal dalam arus modernisasi teknologi informasi.
"Generasi muda atau Gen Z sekarang lebih ke arah digitalisasi. Sehingga perpustakaan juga harus tetap meningkatkan perpustakaan elektronik untuk mengimbangi perkembangan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat ini. Jika tidak kita imbangi, tentunya akan ketinggalan," jelasnya.
"Jadi kami tetap mendorong kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Tuban ini untuk tetap memanfaatkan layanan perpustakaan ini dalam rangka untuk meningkatkan minat baca dan literasi di Kabupaten Tuban ini," tegas Masykuri.
Kendati gempuran media sosial masih menjadi tantangan utama dalam membangun budaya membaca, Dispersip Tuban berkomitmen untuk terus mengencangkan sosialisasi.
Peningkatan capaian keanggotaan digital ini diharapkan dapat terus memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mendukung penyiapan sumber daya manusia unggul di Kabupaten Tuban. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban