RADARTUBAN - SMAN 4 Tuban berhasil mencuri perhatian dalam gelaran Tuban Specta Night Carnival (TSNC) 2026.
Mengusung tema “Laras Bumi: Harvest of Gratitude”, kontingen dari sekolah tersebut sukses meraih juara 2 pada segmen Cultural Heritage.
Penampilan SMAN 4 Tuban tidak sekadar mengandalkan kemeriahan visual. Mereka membawa cerita tentang hubungan manusia dengan alam, tradisi Sedekah Bumi, hingga kesenian Langen Tayub yang dikemas dalam pertunjukan karnaval.
Kepala SMAN 4 Tuban Dra. Hj. Dewi Insani, M.Pd. mengatakan, konsep “Laras Bumi: Harvest of Gratitude” sengaja dipilih untuk mengangkat nilai syukur sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, budaya, dan Sang Pencipta.
“Laras Bumi ini mengangkat tentang rasa syukur manusia kepada Tuhan atas hasil bumi yang diberikan.
Di dalamnya juga ada pesan bagaimana manusia harus menjaga alam dan melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” tuturnya.
Jalan cerita yang dibuat Waka Kesiswaan Sulis Setyowati, S.Pd bersama Ketua Panitia TSNC SMAN 4 Tuban Pramita Maya S.Pd itu menampilkan beragam cerita kehidupan desa.
Bermula dari kehidupan masyarakat yang hidup selaras dengan alam. Hamparan sawah yang subur dan hasil panen melimpah menjadi gambaran keberkahan bumi yang kemudian dikaitkan dengan sosok Dewi Sri sebagai simbol kesuburan.
‘’Dalam prosesi tersebut, masyarakat membawa tumpeng dan beragam hasil bumi ke pelataran desa. Doa bersama menjadi simbol permohonan sekaligus ungkapan terima kasih atas anugerah yang telah diberikan,’’ ungkap Dewi.
Nuansa semakin meriah ketika kesenian Langen Tayub ditampilkan sebagai bagian dari perayaan setelah panen.
Alunan gamelan dan gerak tari menjadi simbol kebersamaan masyarakat yang larut dalam kegembiraan tanpa membedakan usia maupun status.
Guru Berprestasi Jawa Timur 2019 ini mengatakan, penggabungan unsur cerita, tradisi, properti, dan seni pertunjukan menjadi bagian penting dalam penampilan.
‘’Harapannya para siswa tidak hanya tampil untuk mendapatkan juara, tetapi juga memahami nilai budaya yang mereka bawakan. Karena budaya itu harus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.
Baca Juga: Abdullah Fitim Jadi Winner Cung Tuban 2026, Bawa Gagasan Wisata Sehat untuk Anak Muda
Dalam penampilannya, kontingen SMAN 4 Tuban diperkuat sejumlah tokoh, di antaranya Wongsokerto, Kasan, Ratih, Mbok Mi, Mbah Buyut Jagatirta, serta Dewi Sri. Properti yang digunakan meliputi tongkat dan gunungan hasil bumi.
Barisan kontingen juga terdiri atas pembawa banner, masyarakat, kereta putri, sesepuh, pembawa tumpeng, pembawa hasil bumi, serta penampil Tayub.
Perpaduan tersebut membuat “Laras Bumi: Harvest of Gratitude” tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya gotong royong, rasa syukur dan pelestarian tradisi.
‘’Prestasi juara 2 ini tentu menjadi kebanggaan dan juga motivasi bagi anak-anak untuk terus berkarya dan mencintai budaya daerah,” kata Dewi.
Keberhasilan dalam meraih runner up TSNC 2026 semakin melengkapi prestasi bergengsi SMAN 4 Tuban. Sebelumnya, siswa atas nama Abdullah Fitim berhasil meraih juara 1 Cung Duta Wisata Kabupaten Tuban.
Menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendorong siswa cinta budaya melalui raihan prestasi. (yud)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban