Harga Cabai Meroket Tajam di Tuban, Rawit Merah Tembus Rp 67.800

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:52 WIB
SEPI: Salah satu pedagang cabai di Pasar Baru Tuban yang menunggu pembeli datang ke kiosnya.
SEPI: Salah satu pedagang cabai di Pasar Baru Tuban yang menunggu pembeli datang ke kiosnya.

RADARTUBAN – Memasuki minggu pertama September 2026, harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting kompak meroket di pasaran Kabupaten Tuban. 

Berdasarkan data Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban yang diunggah di media sosialnya, per hari ini (7/9), sektor bumbu dapur khususnya kelompok cabai mencatatkan lonjakan harga yang paling mencolok jika dibandingkan dengan posisi pada Selasa (1/9) lalu.

Sektor bumbu dapur menjadi perhatian utama masyarakat lantaran lonjakan harga cabai rawit merah yang kian melambung tinggi. 

Baca Juga: Kebutuhan Hajatan Masih Tinggi, Ini Rincian Harga Bapok per 23 Agustus 2026

Cabai Rawit Merah dan Keriting Kompak Melonjak

Pada awal pekan lalu, Selasa (1/9), harga cabai rawit merah berada di angka Rp 61.600 per kilogram setelah naik Rp 6.600. Namun per Senin (7/9), komoditas ini kembali merangkak naik sebesar Rp 3 ribu, sehingga menembus angka Rp 67.800 per kilogram. 

Kenaikan kumulatif ini menjadikan cabai rawit merah sebagai komoditas dengan kenaikan paling tinggi dalam sepekan terakhir.

Kondisi serupa dialami oleh cabai merah keriting. Jika pada 1 September harganya sempat melandai ke angka Rp 30.600 per kilogram usai turun Rp 600, kini posisinya berbalik melesat tajam. 

Pada pekan ini, cabai merah keriting mencatatkan kenaikan sebesar Rp 2.200, membawa harganya melambung ke level Rp 36.200 per kilogram.

Bawang Putih Stabil, Bawang Merah Makin Murah

Berbeda dengan pergerakan cabai yang melonjak tajam, komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang putih justru terpantau berada dalam kondisi stabil. 

Harga bawang putih bertengger di nominal Rp 31.400 per kilogram. Bawang merah yang secara konsisten mengalami penurunan dari Rp 26.400 per kilogram di awal bulan menjadi Rp 25.800 per kilogram. 

Pasokan Beras dan Bahan Pokok Lain Cenderung Aman

Sementara itu untuk kelompok bahan pangan pokok stabilitas pasokan dan pasaran tergolong relatif terjaga aman. Beras premium di harga Rp 14.800 per kilogram. Begitu pula dengan beras medium yang ajeg bertengger di kisaran harga Rp 13.500 per kilogram.

Memasuki sektor pangan hewani dan minyak goreng, sebagian besar komoditas mencatatkan harga yang datar alias stabil. Daging sapi tetap berada di angka Rp 128 ribu per kilogram, sementara daging ayam ras yang sempat naik pada awal bulan di harga Rp 40 ribu per kilogram kini terpantau stabil bertahan pada nominal yang sama. 

Minyak goreng kemasan berada konstan di harga Rp 21 ribu per liter. Penyesuaian kecil terjadi pada gula pasir yang menguat tipis dari Rp 17 ribu menjadi Rp 17.100 per kilogram, serta telur ayam ras yang naik tipis dari Rp 24.100 ke kisaran Rp 24.300 per kilogram.

Yono, salah seorang pedagang di pasar tradisional Tuban mengungkapkan melonjaknya harga cabai di pasaran. Dia memperkirakan, kondisi musim yang terik dan air yang tidak melimpah menjadi faktor penyumbang naiknya harga komoditas cabai. 

“Setahu saya kekurangan air bisa mengakibatkan masalah pada pertumbuhan cabai. Karena tanaman ini perlu pasokan air yang cukup. Selain itu juga mungkin kebutuhan cabai yang meningkat di tingkat konsumen,” ujar Yono. 

“Mungkin juga dikarenakan pasokan cabai di tingkat produsen mulai berkurang setelah masa panen selesai,” pungkasnya. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
harga cabai meroket rawit merah komoditas bumbu dapur Tuban bahan pokok