RADARTUBAN – Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tuban hingga pertengahan tahun ini menunjukkan dominasi yang kuat dari kalangan muda, khususnya Generasi Z
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tuban mencatat, mayoritas pemustaka yang memanfaatkan layanan literasi fisik tersebut didominasi oleh kelompok remaja, mulai dari pelajar hingga mahasiswa.
Berdasarkan data Dispersip Tuban hingga semester pertama, akumulasi tingkat kunjungan ke Perpusda Tuban telah menembus angka 187.125 orang.
Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Tuban terhadap ruang literasi publik.
Baca Juga: Era Digital Tak Matikan Perpustakaan Fisik Tuban, Ini Alasan Warga Masih Datang
Dari total pergerakan pemustaka tersebut, komposisi pengunjung dari kalangan remaja mendominasi hingga 60 persen, sementara 40 persen sisanya terbagi untuk kalangan anak-anak, dewasa, hingga lansia.
Kepala Dinas Dispersip Tuban Endro Budi Sulistyo melalui Kepala Bidang Perpustakaan Masykuri mengungkapkan, tingginya angka kunjungan dari kalangan pelajar dan mahasiswa tersebut tidak lepas dari kebutuhan akademik serta pemanfaatan sarana belajar yang nyaman di perpusda.
"Kalau pengunjung rata-rata memang kalangan remaja, baik itu pelajar maupun mahasiswa. Jika dibanding dengan dewasa dan lansia, perbandingannya sekitar 60 berbanding 40 persen," ujar Masykuri saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.
Masykuri menjelaskan, para pemustaka Gen Z umumnya berkunjung untuk menyelesaikan tugas sekolah dan perkuliahan, mengerjakan proyek kelompok, atau sekadar mengakses beragam koleksi buku fiksi maupun nonfiksi.
Di samping ketersediaan koleksi literatur fisik yang lengkap, Perpusda Tuban juga memfasilitasi kebutuhan riset digital generasi muda dengan menyediakan akses internet gratis.
Di tengah melesatnya era digitalisasi dan tingginya intensitas penggunaan media sosial yang sering menyita waktu generasi muda, Dispersip Tuban terus berupaya mengimbangi kecenderungan tersebut.
Pihaknya beradaptasi melalui penyediaan layanan digital tanpa mengesampingkan fungsi utama gedung perpustakaan fisik sebagai ruang interaksi sosial dan edukasi.
"Generasi muda atau Gen Z sekarang ini lebih ke arah digitalisasi. Sehingga perpustakaan juga tetap meningkatkan perpustakaan elektronik (e-library) untuk mengimbangi perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Namun, perpustakaan konvensional juga tetap kita tingkatkan layanannya agar selalu relevan dan nyaman bagi masyarakat," pungkas Masykuri. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban