RADARTUBAN – Jawa Pos Radar Tuban masih konsisten berperan terhadap pendidikan literasi digital jenjang SMP di Tuban.
Sebagai instrumen penilaian sekaligus wadah pembelajaran pendidikan yang menuntut siswanya berpikir komputasional, media ini menyelenggarakan Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial pada 23-24 September mendatang.
Pesertanya, siswa kelas VII, VIII, dan IX se-Kabupaten Tuban.
Setelah berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknologi Informasi Komunikasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban merekomendasikan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Hari ini, Scanning LJK Rampung Lomba Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban X Dinas Pendidikan
Rekomendasi tersebut disampaikan Plt Kepala Disdik Tuban Mochamad Dani Ramdhani.
‘’Surat rekomendasi sudah kami keluarkan. Semoga ini mendukung pelaksanaan olimpiade,’’ ujar Dani, sapaan akrabnya kepada tim Jawa Pos Radar Tuban di ruang kerjanya, Jumat (11/9).
Tim tersebut beranggotakan Dwi Setiyawan (pemimpin redaksi) dan Ardian Ananto (manajer pengembangan bisnis dan HRD).
Dalam surat rekomendasi bernomor 400.3.5/5402/414.101.3/2026, dijadwalkan pendaftaran dimulai Selasa, 8 September hingga Senin, 21 September.
Pelaksanaannya berlangsung dua hari, Rabu, 23 September hingga Kamis, 24 September. Sementara penyerahan hadian diagendakan akhir September.
Dia juga menyampaikan kesiapannya untuk melakukan monitoring evaluasi di sekolah-sekolah.
‘’Kalau tidak ada agenda mendadak, saya akan mengecek langsung pelaksanaannya,’’ kata dia yang berharap suksesnya kegiatan tersebut.
Dwi Setiyawan mengatakan, pendaftaran Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial dikoordinir masing-masing sekolah.
‘’Setelah didata, sekolah menyerahkan data peserta dengan form Excel dari penyelenggara,’’ terang ketua panitia itu.
Setelah menerima data peserta, lanjut dia, penyelenggara mengembalikan data peserta yang sudah mendapatkan user dan password.
Dwi menyampaikan, sebelum mengerjakan soal olimpiade, peserta diharapkan mengunduh aplikasi dan meng-install di smartphone.
Baca Juga: DPR Dorong Kurikulum AI dan Koding Masuk Pesantren Demi Cegah Kesenjangan Digital
‘’Untuk petunjuknya, kita akan membagikan video tutorialnya,’’ ujarnya.
Untuk kelancaran olimpiade, kata dia, pelaksana menyiapkan waktu dua hari, 19-20 September untuk simulasi atau uji coba.
Pemimpin Redaksi Radar Tuban itu memastikan soal olimpiade berbentuk pilihan ganda murni dan pilihan ganda kompleks.
Menurut dia, pertimbangan ditambahkannya pilihan ganda kompleks dalam olimpiade tersebut untuk meminimalisasi peserta yang memiliki nilai yang sama sekaligus menuntut peserta lebih cermat dan teliti.
Terkait pelaksanaan olimpiade, Dwi memastikan sepenuhnya online. Perangkat yang digunakan smartphone dengan sistem operasi Android.
‘’Waktu pelaksanaan fleksibel. Sekolah bisa menentukan dari jadwal pelaksanaan yang ditetapkan dua hari,’’ ujarnya. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban