Area Hutan Pakah Tuban Kembali Terbakar, Pelaku Pembakaran Didorong Diproses Hukum

Andreyan (An) • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:55 WIB
Kebakaran hutan di kawasan Hutan Pakah Jalan Tuban-Widang, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, kemarin (14/9). (Andreyan/Radar Tuban)
Kebakaran hutan di kawasan Hutan Pakah Jalan Tuban-Widang, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, kemarin (14/9). (Andreyan/Radar Tuban)

RADARTUBAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Hutan Pakah, Jalan Tuban-Widang, Desa Gesing, Kecamatan Semanding kemarin (14/9).

Kebakaran tersebut menambah daftar kejadian serupa yang berulang di kawasan tersebut selama musim kemarau.

Titik api yang berada di sisi jalan nasional sempat menimbulkan kepulan asap tebal.

Baca Juga: Kasus Kebakaran di Tuban Melonjak Tembus 87 Kejadian, Lima Kecamatan Ini Paling Rawan

Kondisi itu mengganggu pengendara yang melintas karena jarak pandang menjadi terbatas.

Heri, warga setempat mengatakan, Hutan Pakah telah terbakar lebih dari lima kali selama musim kemarau tahun ini.

Kawasan tersebut, kata dia, memang kerap mengalami kebakaran setiap musim kemarau.

"Sepekan lalu baru saja terbakar, hari ini sudah kebakaran lagi,’’ ujar dia saat ditemui wartawan koran ini.

Menurut Heri, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian pihak terkait. Pengawasan terhadap kawasan hutan yang rawan terbakar perlu diperketat untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

‘’Di sini (Hutan Pakah, Red) sudah sering kebakaran, harusnya tingkat pengawasannya diperketat,’’ tegasnya.

Kebakaran juga dikeluhkan pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Selain mengganggu pernapasan, kepulan asap tebal dinilai membahayakan pengguna jalan karena mengurangi jarak pandang. 

‘’Cukup membahayakan, sangat rawan terjadi kecelakaan,’’ imbuhnya.

Dugaan sengaja dibakar cukup kuat. Salah seorang warga setempat yang identitasnya enggan disebutkan mengatakan, dirinya beberapa kali menjumpai orang yang tidak dikenal membakar sampah atau daun kering di sekitar kawasan hutan.

Orang tersebut, kata dia, kemudian meninggalkan lokasi setelah melakukan pembakaran.

Baca Juga: Kebakaran Kapal di PPI Karangagung Tuban, Dua Kapal Porsen Hangus Terbakar

"Kalau orang setempat mestinya saya sudah kenal, pernah menjumpai orang (tidak dikenal, Red) bakar-bakar lalu ditinggal pergi,’’ beber dia.

Kabid Damkar pada Satpol-PP Tuban Sutaji tidak menampik adanya informasi mengenai dugaan pembakaran oleh oknum di kawasan Hutan Pakah.

Menurut dia, upaya persuasif untuk mencegah pembakaran lahan dinilai tidak cukup, sehingga pelaku perlu diproses sesuai ketentuan hukum. 

‘’Benar, informasi yang kami himpun juga demikian. (ada oknum pembakaran lahan, Red). Imbauan secara persuasif sudah tidak mempan, kami mendorong para pelaku pembakaran lahan diproses hukum,’’ tegasnya.

Sutaji mengatakan, berulangnya kebakaran di kawasan Hutan Pakah menjadi catatan bagi pihak terkait.

Pengawasan melalui patroli dinilai perlu ditingkatkan, terutama selama musim kemarau. 

"Pengawasan melalui patrol rutin harus dimasifkan di musim kemarau ini, selain itu perlunya adanya CCTV di beberapa titik untuk memperketat pengawasan,’’ tegasnya. 

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Tuban mengerahkan tiga armada dan belasan personel ke lokasi. Sebelum petugas tiba, api telah berupaya dilokalisasi oleh warga dan personel gabungan yang berada di lokasi. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Pakah hutan Tuban kebakaran