RADARTUBAN – Teka-teki hilangnya seorang kakek asal Desa Lerankulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, yang dilaporkan hilang sejak dua bulan lalu akhirnya menemui titik terang. Korban bernama Samen (69) ditemukan tak bernyawa di tengah kawasan hutan setempat, Selasa sore (15/9).
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU Muhammad Ikhsan, usai petugas menerima laporan darurat melalui layanan Call Center 110 yang diteruskan oleh dua orang saksi, yakni Mirun dan Amin Tohari.
Jasad korban ditemukan di area hutan RPH Wangun Petak 13 G, tanaman mauni di wilayah BKPH Sundulan KPH Tuban, Desa Wangun, Kecamatan Palang.
Baca Juga: Dua Hari Hilang, Remaja Asal Tahulu Ditemukan Meninggal di Dasar Bekas Tambang Sedalam 30 Meter
"Korban telah ditemukan di dalam kawasan hutan Desa Wangun oleh para saksi. Identitasnya dipastikan melalui ciri-ciri fisik serta sejumlah barang pribadi di lokasi penemuan," ujar Ikhsan, Selasa (15/9)
Kronologi Hilangnya Mbah Samen
Peristiwa bermula pada Selasa (14/7) pukul 07.00 WIB. Korban pamit meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor Yamaha Vega untuk mencari rumput pakan ternak di hutan Desa Wangun, namun tidak kunjung pulang hingga malam hari.
Sehari setelah laporan, petugas gabungan bersama warga dan saksi menemukan sepeda motor Yamaha Vega milik korban yang dilengkapi gerobak 150 cm.
Di dekat kendaraan tersebut, ditemukan pula karung putih berisi bekas minuman, kacamata, serta bungkus sarapan.
Pencarian intensif sempat dilanjutkan selama sepekan bersama Tim Basarnas, namun karena tidak membuahkan hasil, operasi tersebut akhirnya dihentikan.
"Petugas yang mendatangi TKP bersama para saksi melakukan pengecekan, dan benar bahwa jasad tersebut adalah Saudara Samen. Hal ini dikuatkan oleh barang-barang korban serta pengakuan pihak keluarga," tegas Ikhsan.
Barang Bukti dan Evakuasi Jenazah
Dari olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti untuk memastikan identitas korban, meliputi celana panjang warna hitam, sepatu boat warna hitam, dompet warna cokelat berisi KTP, SIM atas nama korban, serta uang tunai Rp 630 ribu.
Pihak keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Samen berdasarkan pakaian dan identitas yang melekat.
"Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dr. R. Koesma Tuban guna menjalani pemeriksaan medis luar dan dalam," pungkas Ikhsan. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban