RADARTUBAN – Akhir tahun nanti, 25 puskesmas di Kabupaten Tuban ditargetkan sudah memiliki fasilitas rawat inap.
Total anggaran mencapai puluhan miliar telah disiapkan di perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2026.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban di laman sirup.inaproc.id, paket pekerjaan upgrade pembangunan puskesmas sudah disiapkan.
Beberapa di antaranya mendapat anggaran cukup besar. Puskesmas Merakurak, misalnya, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,9 miliar dengan nama paket proyek pengadaan pembangunan gedung negara tidak sederhana.
Baca Juga: Pelayanan Puskesmas dan RSUD Tuban Berulang Dikeluhkan, DPRD Minta SOP Dibuka ke Publik
Kemudian, Puskesmas Kerek sebesar Rp 1,8 miliar, dan Rp 1,4 miliar untuk masing Puskesmas Parengan dan Kenduruan Rp 1,4 miliar. Sementara puskesmas lain di bawah 1 miliar.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Roikan mengatakan, hingga akhir tahun nanti sebanyak 25 puskesmas ditargetkan sudah memiliki fasilitas rawat inap.
Menurutnya, upgrade ruang rawat inap di setiap puskesmas ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dan kenapa harus serentak, itu dilakukan agar setiap warga di masing-masing kecamatan mendapat hak pelayanan yang sama.
Lebih lanjut, Roikan mengatakan, dengan adanya fasilitas rawat inap di masing-masing puskesmas, kini masyarakat yang menjalani rawat inap tidak perlu dirujuk ke rumah sakit. Utamanya di wilayah yang jaraknya cukup jauh.
‘’Setelah upgrade puskesmas ini, nanti warga yang membutuhkan rawat inap tidak perlu dirujuk ke rumah sakit, tapi cukup di puskesmas saja,’’ tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengatakan, peningkatan puskesmas memiliki rawat inap ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terutama bagi warga yang tinggal jauh dari rumah sakit dan membutuhkan perawatan selama beberapa hari.
Dengan adanya rawat inap di masing-masing puskesmas, maka pasien tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota, tapi cukup puskesmas. ‘’Pelayanannya bisa semakin dekat,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini sebagian besar puskesmas di Tuban masih berfokus pada pelayanan rawat jalan. Akibatnya, pasien dengan kondisi tertentu harus dirujuk ke rumah sakit. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban