Bikin Kaget! Transaksi Kopdes Merah Putih Tuban Rp 11,1 Miliar, Kalahkan Banyak Daerah

Tulus Widodo • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:04 WIB
Gerai sembako KDMP Desa Pucangan yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)
Gerai sembako KDMP Desa Pucangan yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)
 
RADARTUBAN – Angka transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Kabupaten Tuban tiba-tiba mencuri perhatian. 

Bukan sekadar masuk daftar daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi, Tuban kini tercatat berada di peringkat kedua nasional dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,1 miliar per 15 September 2026.

Posisi tersebut bahkan menempatkan Tuban di atas sejumlah daerah dengan aktivitas ekonomi besar. 

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang dipantau GoodStats, hanya Kabupaten Nganjuk yang mencatat transaksi lebih tinggi, yakni Rp 15,2 miliar. Selisihnya sekitar Rp 4,1 miliar.

Baca Juga: Penyerahan Aset KDMP Berpotensi Ditolak Kepala Desa di Tuban Jika Tidak Ada Kepastian Legalitas

Tuban Salip Kota-Kota Besar

Data tersebut memperlihatkan peta awal perputaran ekonomi Kopdes Merah Putih yang cukup menarik.

Secara nasional, nilai transaksi Kopdes Merah Putih telah mencapai Rp 206 miliar hingga 15 September 2026. Aktivitas itu tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

GoodStats mencatat, transaksi telah muncul di 312 dari 514 kabupaten/kota yang terpantau dalam Simkopdes.

Setelah Nganjuk dan Tuban, posisi berikutnya ditempati Kota Kupang dengan Rp 8,50 miliar, Kota Makassar Rp 6,28 miliar, serta Kota Palembang Rp 6,04 miliar.

Dengan demikian, angka Tuban bukan sekadar menonjol di tingkat Jawa Timur. 

Nilainya juga berada di atas sejumlah kota besar yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan dan jasa.

Angka Besar, Tapi Bukan Akhir Cerita

Meski terlihat mencolok, angka Rp 11,1 miliar tersebut tetap perlu dibaca secara hati-hati.

Sebab, data Simkopdes pada 15 September 2026 baru menunjukkan 312 kabupaten/kota yang mencatat transaksi. 

Artinya, masih ada 202 kabupaten/kota yang belum masuk dalam catatan transaksi tersebut.

Karena itu, capaian Tuban lebih tepat dipandang sebagai gambaran awal perputaran ekonomi Kopdes, bukan ukuran final keberhasilan program secara keseluruhan.

Baca Juga: Nasib Calon Manajer KDMP di Tuban Digantung, Tak Kunjung Punya Gaji dan SK

Tantangan berikutnya justru memastikan transaksi tersebut terus bergerak dan benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di tingkat desa.

Jika tren itu bertahan, posisi Tuban di papan atas transaksi nasional menjadi modal penting untuk melihat seberapa jauh Kopdes Merah Putih mampu menjalankan ambisinya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Angka transaksi Tuban Kopdes Merah Putih