25 Puskesmas di Tuban Bakal Punya Rawat Inap, tapi Belum Ada Rencana Tambah Nakes

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:45 WIB
Dinkes Tuban belum berencana merekrut nakes baru menyusul upgrade layanan rawat inap di 25 puskesmas. Pemetaan tenaga dilakukan lebih dulu. (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)
Dinkes Tuban belum berencana merekrut nakes baru menyusul upgrade layanan rawat inap di 25 puskesmas. Pemetaan tenaga dilakukan lebih dulu. (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)

RADARTUBAN – Kendati 25 puskesmas se-Kabupaten Tuban bakal dilengkapi fasilitas rawat inap. Namun, hingga saat ini belum ada rencana penambahan tenaga kesehatan (nakes).

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Roikan menyadari bahwa upgrade pelayanan puskesmas dari rawat jalan menjadi rawat inap bakal membutuhkan tambahan nakes.

Namun, untuk mengatasinya tidak lantas melakukan perekrutan nakes baru.

‘’Saat ini kami melakukan penghitungan secara internal dengan menginventarisir dan memetakan jumlah nakes di puskesmas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: 25 Puskesmas Tuban Ditargetkan Punya Rawat Inap Akhir Tahun, Puluhan Miliar Disiapkan

Disampaikan Roikan, langkah awal itu dilakukan untuk memastikan kuantitas nakes yang dibutuhkan setelah adanya kebijakan upgrade 25 puskesmas.

‘’Untuk memastikan itu (jumlah nakes yang dibutuhkan, red), kami hitung dan kami petakan secara menyeluruh terlebih dahulu,’’ terangnya. 

Estimasinya, terang Roikan, ruang rawat inap rata-rata memiliki lima sampai sepuluh bed.

Dan setiap lima bed minimal dijaga oleh dua orang dengan sistem tiga shift, sehingga penambahan nakesnya tidak terlalu banyak. ‘’Jadi, untuk nakes yang sudah di puskesmas akan dimaksimalkan,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, pejabat beralamat di Kecamatan Soko ini menyebut, selain penataan nakes di puskesmas, nanti juga akan menarik petugas di polindes dan di puskesmas pembantu (pustu).

Itulah yang nantinya akan dimaksimalkan untuk mendukung pelayanan rawat inap.

‘’Karena ke depan pelayanan polindes di desa-desa akan diarahkan ke pustu sehingga tenaga di desa bisa ditarik untuk ruang rawat inap,’’ bebernya.

Dan jika pun masih kekurangan, tambah Roikan, pihaknya masih bisa meminta bantuan dari unit gawat darurat (UGD) yang tidak selalu ada kejadian.

‘’Jadi, nakes di UGD bisa diperbantukan,’’ tandasnya.

Baca Juga: Pelayanan Puskesmas dan RSUD Tuban Berulang Dikeluhkan, DPRD Minta SOP Dibuka ke Publik

Bagaimana jika semua tenaga yang sudah dioptimalkan tersebut masih kurang? Menurut Roikan, langkah terakhirnya adalah penambahan tenaga.

‘’Salah satu caranya, merekrut tenaga menggunakan dana BLUD (badan layanan umum daerah), karena puskesmas memiliki anggaran sendiri dari BLUD tersebut,’’ ujarnya. Namun, tegas dia, sampai saat ini belum ada rencana tersebut.

Sebagaimana diketahui, 25 puskesmas se-Kabupaten Tuban akan di-upgrade dengan fasilitas rawat inap. Targetnya, akhir tahun nanti sudah rampung. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban tenaga kesehatan puskesmas nakes