RADARTUBAN - Pernyataan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota yang menuding adanya sabotase struktural yang dilakukan pihak-pihak tertentu terkait penempatan manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kian menegaskan bahwa ada yang belum “selesai” dengan program ini.
Di kalangan kepala desa, keberadaan KDMP ibarat tamu yang menjadi tuan di rumah orang. Peran kepala desa hanya menyediakan lahan berukuran minimal 30x20 meter persegi.
Di luar itu, semuanya ditangani oleh PT Agrinas Pangan Pangan Nusantara bersama jajaran TNI. Pun ketua KDMP, juga mengaku tidak tahu menahu soal detail teknis pembangunan dan tugasnya.
Baca Juga: Penyerahan Aset KDMP Berpotensi Ditolak Kepala Desa di Tuban Jika Tidak Ada Kepastian Legalitas
Setali tiga uang, kini giliran calon manajer KDMP yang bingung. Pasalnya, hingga saat ini tak kunjung ada kepastian penempatan. Bahkan, surat keputusan (SK) juga belum turun.
Sementara itu, para elit di tingkat pusat malah seakan lempar tanggung jawab. Padahal, seluruh tahapan seleksi hingga pendidikan kilat dasar militer (diklatsarmil) telah dilalui dan dinyatakan lulus.
‘’Melihat situasi yang kayak gini, sepertinya hingga akhir tahun juga belum ada kejelasan,’’ kata AMR, salah salah satu calon manajer KDMP. Padahal, terang dia, calon manajer koperasi desa (kopdes) yang dinyatakan lolos seleksi telah resign dari pekerjaan sebelumnya. Termasuk dirinya.
‘’Memang di pekerjaan sebelumnya juga tidak ada ikatan kontrak. Tapi karena saat itu sudah dinyatakan lolos (menjadi calon manajer KDMP, red), sehingga mau tidak mau harus lepas dari pekerjaan sebelumnya,’’ katanya.
AMR tidak sendiri. Beberapa kawan sejawatnya juga telah membuat keputusan yang sama: resign dari pekerjaan sebelumnya, lalu menatap dengan penuh optimis sebagai calon manajer KDMP.
Namun, bukannya tenang setelah dinyatakan lolos sebagai calon manajer kopdes, kini dirinya dan sebagian temannya malah resah. Sebab, sudah hampir dua bulan ini menganggur.
"Ada yang sudah mencari sampingan ojol (ojek online), tapi sebagian besar bingung. Tidak berani mengambil keputusan,’’ ujarnya.
Keputusan sulit yang dimaksud AMR, adalah memutuskan untuk mencari pekerjaan baru. Namun, jika keputusan itu diambil, maka konsekuensinya adalah melepas harapan menjadi manajer kopdes.
Terlebih, jika pekerjaan baru itu mengharuskan ikatan kontrak.
‘’Jadi, hari ini kita menghadapi kondisi yang cukup rumit. Pilihannya hanya dua: menganggur sambil bertahan—menunggu kepastian sebagai manajer KDMP atau mencari pekerjaan baru yang sudah pasti,’’ ungkapnya.
Sementara itu, lanjut AMR, ada tanggung jawab keluarga yang harus dicukupi. ‘’Bayangkan, bagaimana dilematisnya keadaan kami. Maju-mundur tetap menghadapi tetrisiko yang tidak ringan. Dan semua itu karena kebijakan yang tidak pasti,’’ keluhnya.
Baca Juga: Penyerahan Aset KDMP Berpotensi Ditolak Kepala Desa di Tuban Jika Tidak Ada Kepastian Legalitas
Lantas, apa yang bisa dilakukan teman-taman calon manajer KDMP? Sejauh ini, terang dia, sebagian besar tetap memilih untuk bertahan—menunggu kepastian.
Jikapun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga, pilihannya adalah pekerjaan yang tidak terikat kontrak. Salah satunya adalah ojol.
‘’Meski tidak 100 persen, tapi teman-teman masih optimis (bakal menjadi manajer KDMP, red). Makanya tidak ada yang berani mencari pekerjaan tetap,’’ terangnya.
Itulah sebabnya, terang AMR, dari total 250 calon manajer KDMP di Kabupaten Tuban, semuanya masih bertahan untuk menunggu surat keputusan (SK) dan penempatan.
‘’Termasuk saya. Jujur, hari ini tidak ada pekerjaan apa-apa. Untungnya masih ada tabungan dan sedikit-sedikit membantu pekerjaan teman, sehingga masih bisa ngopi,’’ katanya dengan nada yang sangat jujur.
Menanggapi soal pernyataan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Mota terkait penempatan manajer KDMP yang terkesan saling lempar, bahkan disebut ada sabotase hingga pembangkangan terhadap Presiden, AMR tidak bisa berkomentar.
Sebab, keadaan itulah yang sebenarnya membuat dia dan teman-temannya bingung.
"Jujur, dari proses pendaftaran, tes, hingga mengikuti diklatsarmil, kami juga masih bingung, karena saat itu panitia seleksinya juga gabungan kementerian. Makanya, apakah nanti kita ini (manajer kopdes) di bawah Kementerian Koperasi, Agrinas, atau kementerian yang lain, kita juga masih bingung. Dan daripada malah semakin bingung, lebih baik diam sambil menunggu kepastian, itu saja yang bisa kita lakukan,’’ tandasnya.
Yang jelas, terang AMR, melihat kondisi yang sampai saat ini belum ada kepastian, dan juga masih dalam proses verifikasi dan validasi pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi, maka hampir dapat dipastikan hingga akhir tahun nanti belum ada penempatan.
‘’Verval ditargetkan tuntas pada Desember nanti. Artinya, kalaupun harus segera dilakukan penempatan manajer KDMP, sepertinya kok baru tahun depan. Itu pun jika semua sudah siap 100 persen beroperasi,’’ tukasnya, dan kemungkinan masih bisa molor lagi. (tok)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban