RADARTUBAN – Bantuan beras yang disalurkan Bulog seakan tidak pernah luput dari masalah.
Kali ini, giliran beras program bantuan pangan (banpang) yang tidak layak konsumsi. Bahkan lebih layak dijadikan pakan ternak.
Di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, sejumlah warga mengaku menerima beras bantuan dalam kondisi apek dan sudah menguning. Menandakan bahwa beras tersebut telah lama ditimbun.
Karena saking tidak layaknya untuk dikonsumsi, sebagian masyarakat memilih menjual kembali dengan harga seadanya.
Baca Juga: Bulog Tegaskan Jatah Penerima Bantuan 30 Kg, Pasca Viral Bantuan Pangan di Tuban Diduga Disunat
Bukan untuk konsumsi, tapi dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Salah satunya bisa dimanfaatkan untuk campuran pakan ternak.
‘’Baunya apek, warnanya kuning, bahkan sudah mulai kehitam-hitaman. Meskipun kami dari keluarga tidak mampu, tapi takut juga mengonsumsi beras sejelek itu. Semiskin-miskinnya kami, insyaallah untuk beli beras masih bisa, tapi bukan beras seperti ini (beras dari Bulog, red). Ini benar-benar tidak layak konsumsi,’’ kata ST, salah satu warga Desa Prunggahan Kulon saat ditemui wartawan koran ini.
Disampaikan wanita 44 tahun itu, dirinya semula memilih diam dan tidak mempersoalkan kondisi beras bantuan yang kondisinya lebih cocok untuk pakan ayam tersebut.
Namun, setelah mengetahui banyak warga lain menerima beras dengan kondisi serupa, dia akhirnya ikut bersuara.
Keluhan warga kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah desa setempat. Kepala Desa Prunggahan Wetan Hari Winarko mengaku menyayangkan kualitas bantuan pangan yang diterima warganya.
Dia menilai, pihak terkait, terutama Bulog dianggap kecolongan dalam melakukan pengawasan sekaligus memastikan kelayakan beras.
‘’Ada lima warga yang mengadukan ke kami mengenai kualitas bantuan pangan tersebut,’’ ungkapnya.
Pasca mendapati aduan dari warga, Pemdes Prunggahan Wetan kemudian melakukan sampling terhadap beras milik penerima bantuan. Hasilnya mencengangkan, kondisi hampir serupa juga dialami warga lainnya.
Beras-beras tersebut akhirnya dikumpulkan di balai desa untuk ditarik dan dikomplain kepada Bulog.
‘’Ada total 158 karung beras yang dikumpulkan kembali di balai desa, namun ada sejumlah beras milik penerima bantuan yang sudah terlanjur dijual kembali,’’ beber Hari.
Baca Juga: Jatah Beras KPM di Desa Gaji Tuban Diduga Dibagi, Pemdes: Bukan Arahan Kami
Dijelaskan olehnya, bantuan pangan tersebut sebelumnya disalurkan pada 7 September lalu. Ada sekitar 200 warga desa setempat yang menerima bantuan pangan.
Setiap warga rata-rata menerima 3 karung beras yang per karungnya memiliki berat 10 kilogram. ‘’Hari ini (kemarin, Red) baru ada 96 karung yang sudah diganti oleh Bulog,’’ terang Ketua Cabor Shorinji Kempo Tuban itu.
Disampaikan Hari, setelah adanya komplain tersebut, pihak Bulog disebut telah mengakui adanya keteledoran dalam memonitoring kualitas bantuan pangan kepada masyarakat. ‘’Pihak terkait (Bulog, Red) telah meminta maaf, menyebut bahwa adanya konrol yang kurang saat ada supplier yang memasukan beras untuk bansos ke gudang,’’ jelas dia.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, adanya temuan tersebut diharapkannya tidak berhenti sebatas permintamaafan.
Hari mendorong pihak Bulog untuk melakukan evaluasi terutama dalam melakukan pengawasan bantuan pangan. ‘’Kami berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,’’ tandasnya.
Sementara itu, Perum Bulog Cabang Bojonegoro saat dikonfirmasi wartawan koran ini ihwal adanya temuan beras bantuan pangan kondisinya tidak layak konsumsi yang diterima warga Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding mengeluarkan penyataan resmi melalui rilis press kemarin.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Bojonegoro, Umar Said menyampaikan, dalam pelaksanaannya, untuk memastikan penyaluran bantuan tepat jumlah dan tepat sasaran, dia mengklaim Bulog juga sudah membentuk Satuan Petugas (Satgas) yang berfungsi untuk menyerahkan beras bantuan pangan langsung ke penerima bantuan pangan (PBP).
‘’Petugas ini nantinya akan menggunakan aplikasi terintegrasi dimana pada saat penyerahannya secara sistem dipersyaratkan dilakukan pengambilan foto PBP beserta bantuan yang diterima,’’ ujar dia.
Baca Juga: Heboh Bantuan Pangan di Tuban Diduga Disunat, Warga Pertanyakan 10 Kg Beras yang 'Hilang'
Selain memastikan pelaksanaan penyaluran, Umar juga memastikan kualitas beras yang akan disalurkan memenuhi standar. ‘’Prosedur pemeriksaan kualitas, pengemasan dan pemrosesan ulang beras sudah dilakukan sebelum dilakukan penyaluran ke PBP,’’ jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, Bulog gencar menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa apabila PBP mendapati kualitas beras bantuan pangan yang tidak sesuai, dapat dilakukan penukaran dengan menghubungi layanan pengaduan Bulog.
‘’Satgas Bapang Bulog di desa, dan aparat desa nantinya akan segera melakukan penggantian beras bantuan pangan dengan kualitas baik,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban