Kanopi Sekolah Rakyat Tuban Roboh Menimpa Siswa, Waskita Karya: Sudah Sesuai Standar

Andreyan (An) • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 08:00 WIB
Siswa kelas XI SR Terintegrasi 1 Tuban terluka setelah tertimpa kanopi, sekolah dan kontraktor memberikan penjelasan soal kejadian tersebut. (M. Adib Turmudzi/Radar Tuban)
Siswa kelas XI SR Terintegrasi 1 Tuban terluka setelah tertimpa kanopi, sekolah dan kontraktor memberikan penjelasan soal kejadian tersebut. (M. Adib Turmudzi/Radar Tuban)

RADARTUBAN - Runtuhnya kanopi bangunan asrama Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Tuban yang menimpa seorang siswa menjadi perhatian pihak sekolah.

Selain kondisi konstruksi bangunan, sekolah juga akan mengevaluasi pengawasan terhadap aktivitas siswa di lingkungan asrama.

Kepala SR Terintegrasi 1 Tuban Vera Khairun Nissa mengatakan, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek setelah kejadian tersebut.

Menurut Vera, insiden itu terjadi setelah seorang siswa melakukan tindakan yang tidak semestinya. Meski demikian, pihak sekolah tetap akan mengevaluasi kondisi konstruksi bangunan.

Baca Juga: Waskita Karya Bantah Bebankan Perbaikan Drainase Sekolah Rakyat ke Pemkab Tuban

“Kejadian beberapa hari lalu itu murni karena kecerobohan siswa, tetapi juga tidak mengesampingkan kualitas konstruksi bangunannya,” ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (20/9).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (16/9) dan menimpa DR, siswa kelas XI. Kejadian bermula ketika sebuah kunci terlempar ke bagian atas luar asrama.

DR kemudian berinisiatif mengambil kunci tersebut dengan memanjat tanpa menggunakan tangga. Saat memanjat, dia bertumpu pada bagian kanopi. Struktur kanopi kemudian tidak mampu menahan beban dan roboh hingga menimpa siswa tersebut.

Vera mengatakan, kejadian berlangsung di luar asrama setelah kegiatan pembelajaran. Saat itu, wali asuh berada di dalam ruangan dan mengingatkan siswa yang masih berada di dalam untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

“ Siswa tersebut berinisiatif sendiri melakukan tindakan yang tak semestinya dilakukan,” ujar dia.

Menurut Vera, pihak sekolah tetap akan mengevaluasi pola pengawasan terhadap siswa untuk mencegah kejadian serupa terulang. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap kondisi fisik bangunan, termasuk fasilitas dan sarana prasarana yang digunakan siswa.

“Sekolah akan melakukan edukasi ke anak-anak terkait dengan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk terus memberikan peringatan dan pemantauan ke anak-anak terkait penggunaan fasilitas dan sarpras yang ada,” tandasnya.

Adapun kondisi DR saat ini disebut telah membaik. Setelah mengalami luka akibat tertimpa kanopi, siswa tersebut sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

“Siswa yang bersangkutan sempat menjalani observasi selama satu malam di rumah sakit. Setelah dinyatakan tidak mengalami masalah kesehatan, siswa tersebut kembali ke asrama,” jelas Vera.

Baca Juga: Saluran Rusak Imbas Pagar Sekolah Rakyat, Pemkab Tuban Siapkan Rp 2,2 Miliar untuk Perbaikan

Untuk kondisi kanopi, pihak sekolah masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut. Perbaikan akan dilakukan setelah koordinasi dengan pihak kontraktor.

Sementara itu, Koordinator PT Waskita Karya Agus Saputra menyebut jika insiden tersebut bukanlah keruntuhan, tapi kejatuhan kanopi. Sebab, peristiwa tersebut terjadi akibat adanya salah seorang siswa yang menginjak kanopi.

Saat disinggung mengenai standarisasi keamanan, Agus mengklaim bahwa pihaknya dalam mengerjakan proyek pembangunan gedung tersebut telah mengerjakan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.

"Terkait standarisasi keamanan fasilitas, kami sudah mengerjakannya sesuai dengan gambar kerja," tandasnya. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban asrama Sekolah Rakyat korban