RADARTUBAN - Meski ancaman El Nino dan kemarau panjang telah diperingatkan, sebagian petani di Kabupaten Tuban belum menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman serius.
Mereka tetap menanam dan mengandalkan sumber air yang tersedia di wilayah masing-masing.
Kondisi itu membuat sebagian petani tidak mengasuransikan lahan pertanian yang telah ditanami. Padahal, pemerintah pusat menyediakan perlindungan melalui skema Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen.
Minimnya pengetahuan menjadi salah satu alasan petani belum memanfaatkan skema tersebut. Suwarno, petani Desa Cendoro, Kecamatan Palang mengatakan, ancaman El Nino atau kemarau panjang tidak terlalu dikhawatirkan petani di wilayahnya.
Baca Juga: Umbi Yakon Viral di Media Sosial, Petani Wonosobo Kembangkan 16 Hektare hingga Jadi Produk Turunan
Ketersediaan air masih dianggap mencukupi karena terdapat sumur bor yang dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian. ‘’Wilayah desa Cendoro ada sumur bor,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Warno, sapaan akrabnya, potensi gagal panen di wilayahnya justru lebih banyak disebabkan serangan hama tikus.
Jika tidak ditangani, hama tersebut dapat merusak tanaman dan mengancam hasil panen petani.
‘’Sebenarnya untuk gagal panen itu potensinya minim, mungkin sekarang hama tikus yang nyerang,’’ bebernya.
Meskipun risiko gagal panen tetap ada, petani di desanya belum tertarik mengikuti program asuransi pertanian.
Mereka masih mengandalkan pola perawatan lahan seperti biasa. ‘’Kalau sudah gagal panen ya petani akan rugi banyak, tapi itu petani sudah biasa,’’ imbuhnya.
Hal serupa terjadi di Desa Dasin, Kecamatan Tambakboyo. Rizal Latif, petani setempat mengatakan, sebagian petani bahkan belum mengetahui adanya asuransi untuk melindungi lahan pertanian. ‘’Karena tidak ada yang tahu,’’ imbuhnya.
Untuk menghadapi kemarau, petani di wilayahnya memilih menyiapkan sumur bor sebagai sumber air. Sementara itu, ancaman yang paling dikhawatirkan justru serangan hama tikus.
‘’Kalau ancaman gagal panen paling ditakuti oleh petani itu ya cuma hama tikus itu,’’ imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto belum memberikan konfirmasi terkait langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi ancaman El Nino dan risiko gagal panen.
Wartawan koran ini yang menelepon dan mengirim pertanyaan melalui pesan WhatsApp (WA) belum direspons. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban