Minta Hujan, Ratusan Santri Ash Shomadiyah Salat Istisqa Sambil Bawa Hewan

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:14 WIB
Salat Istisqa digelar santri Ash Shomadiyah di Alun-Alun Tuban. Uniknya, mereka membawa kambing, kucing, burung hingga kura-kura. (Andreyan/Radar Tuban)
Salat Istisqa digelar santri Ash Shomadiyah di Alun-Alun Tuban. Uniknya, mereka membawa kambing, kucing, burung hingga kura-kura. (M. Mahfudz/Radar Tuban)

RADARTUBAN - Di tengah terik matahari  yang menyengat di Alun-Alun Tuban kemarin (22/9) pagi, sekitar 300 santri dan ustad Pondok Pesantren (Ponpes) Ash Shomadiyah Tuban khusyuk berdoa. Mereka bermunajat agar hujan segera turun setelah kemarau berkepanjangan.

Dalam rangkaian salat Istisqa itu, mereka tidak hanya membawa perlengkapan salat. Para santri juga membawa sejumlah hewan. Di antaranya kambing, burung, kucing, dan kura-kura.

Para santri tiba di lapangan tengah kota tersebut sekitar pukul 08.30. Mereka kemudian membentuk saf dengan alas terpal di ruang terbuka hijau. Lokasinya persis di depan Masjid Agung Tuban. Hewan-hewan yang dibawa ditempatkan di kedua sisi lokasi salat.

Baca Juga: Parade Hujan Tutup Perayaan HUT ke-65 SMAN 1 Tuban dengan Penuh Nostalgia

Meski matahari semakin terik, para santri tetap mengikuti rangkaian ritual tersebut. Sebelum salat Istisqa, mereka melaksanakan salat Duha. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan istighfar dan salawat seribu kali.

Salat Istisqa dipimpin langsung Pengasuh Ponpes Ash Shomadiyah Riza Shalihuddin Habibi. Setelah salat, para santri tak berajak dari tempat duduknya untuk mengikuti kutbah.

Gus Riza, sapaan Riza Shalihuddin Habibi, mengatakan, salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batin di tengah ancaman El Nino dan kondisi suhu yang semakin panas.

Fenomena tersebut, kata dia, dirasakan di berbagai daerah di Nusantara, termasuk Tuban. 

Kondisi tersebut diperparah dengan insiden kebakaran hutan di sejumlah daerah. ‘’Ini sangat memprihatinkan. Karena itu, kami tergerak untuk melaksanakan salat Istisqa dan mengetuk pintu langit,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Gus Riza, kemarau berkepanjangan dan suhu yang semakin panas berdampak terhadap sektor pertanian. Petani, kata dia, membutuhkan hujan untuk menjaga tanaman agar tidak terancam gagal panen.

Kekhawatiran semakin besar karena informasi mengenai potensi hujan yang baru turun pada akhir tahun. ‘’Beberapa daerah di Tuban sudah mengalami kekeringan, kebutuhan air sangat mendesak,’’ ujarnya.

Gus Riza menyebut berbagai upaya untuk mendatangkan hujan telah dilakukan. Salah satunya ikhtiar lahir dengan rekayasa hujan. ‘’Dengan berdoa beratap langit dan beralaskan bumi,  kita mengetuk pintu langit ke tujuh,” imbuhnya.

Dia berharap Allah menurunkan hujan setelah pelaksanaan salat Istisqa, sehingga kondisi panas segera berakhir. Dengan demikian, masyarakat tidak mengalami kesulitan selama musim kemarau.

Selain sebagai upaya meminta hujan, lanjut dia, salat Istisqa diharapkan menjadi pembelajaran sekaligus pengingat bagi para santri bahwa mereka pernah melaksanakan salat tersebut.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Ash Shomadiyah istisqa Tuban santri