Warga Tuban Masih Harus Bersabar, Hujan Diprediksi Mulai Turun Akhir Tahun

Andreyan (An) • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:03 WIB
BMKG memprediksi hujan mulai turun di Tuban pada November. Namun, wilayah ini belum tentu masuk musim penghujan hingga curah hujan konsisten. (Radar Tuban)
BMKG memprediksi hujan mulai turun di Tuban pada November. Namun, wilayah ini belum tentu masuk musim penghujan hingga curah hujan konsisten. (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Warga Tuban harus bersabar menanti datangnya hujan. Musim kemarau yang berlangsung sejak April diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur (BMKG Jatim), curah hujan menengah hingga tinggi di Jatim, termasuk Kabupaten Tuban, baru diperkirakan terjadi pada Desember.

Pada Oktober, curah hujan di seluruh wilayah Jatim diprediksi masih berada pada kriteria rendah. Kondisi serupa diperkirakan terjadi pada November, terutama di sebagian besar wilayah Jatim.

Curah hujan diperkirakan mulai meningkat pada Desember. Sebagian besar wilayah Jatim, termasuk Kabupaten Tuban, diprediksi memasuki fase curah hujan menengah hingga tinggi.

Baca Juga: Mas Lindra Berkibar: Distribusi Air Bersih Selama Musim Kemarau untuk Cukupi Kebutuhan Warga

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tuban Muchammad Nur mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, wilayah yang memasuki musim hujan pada November baru sebagian wilayah di Pulau Jawa. Sementara pada Desember, sebagian besar wilayah diperkirakan sudah memasuki musim hujan.

Nur belum memastikan kapan Kabupaten Tuban memasuki musim hujan.

‘’Kemungkinan wilayah Tuban belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu update dari BMKG Stasiun Klimatologi Jatim,’’ bebernya kepada wartawan koran ini.

Mantan kepala BMKG Stasiun Meteorologi Aek Godang, Sumatera Utara itu menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berlangsung bersamaan.

Kedua fenomena tersebut berpotensi menekan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia. ‘’Kombinasi fenomena tersebut semakin memperparah serta memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia. Akibatnya musim hujan akan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,’’ tandasnya.

Terkait update kondisi terakhir, Nur memprediksi pada November ini Tuban sudah diguyur hujan dengan intensitas 50-100 mm per bulan.

Meski sudah turun hujan, terang dia, Tuban belum masuk kategori musim penghujan karena definisi musim penghujan jika selama tiga dasarian berturut-turut curah hujannya lebih 50mm setiap dasariannya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban BMKG hujan