Guru PAUD di Tuban Belajar Bikin Konten, dari Ambil Video hingga Editing

Ahmad Atho'illah • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 11:06 WIB
Dadang Budi Setiawan dari Diskominfo-SP memberikan materi konten digital kepada 40 pendidik PAUD dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban di kantor Disdik Tuban, kemarin (23/9). (Diskominfo SP untuk Radar Tuban)
Dadang Budi Setiawan dari Diskominfo-SP memberikan materi konten digital kepada 40 pendidik PAUD dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban di kantor Disdik Tuban, kemarin (23/9). (Diskominfo SP untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Sebanyak 40 pendidik PAUD dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban mengikuti Workshop Pengembangan Konten Digital untuk pembelajaran PAUD, kemarin (23/9). Bertempat di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban.

Yakni, Dadang Budi Setiawan dengan materi mengenal konten digital dan Ahmad Shofiudin Latif memberikan materi praktik membuat konten.

Dalam sambutannya sekaligus membuat acara, Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdik Tuban Dwi Erlina Novitasari menyatakan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi pendidik untuk mendukung proses pembelajaran.

Baca Juga: Viral Video Asusila A Day in My Life di Bogor, Polisi Tangkap Dua Pria dan Bongkar 20 Konten

‘’Perkembangan teknologi harus kita manfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi pendidik. Utamanya untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik dan bermanfaat bagi anak serta sebagai branding lembaga,” katanya.

Lebih lanjut dia berharap, kegiatan bertajuk workshop ini tidak berhenti pada pemahaman teori, tapi mampu memberikan keterampilan yang bisa diterapkan dan dibagikan kembali di lingkungan satuan pendidikan.

‘’Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilannya juga dapat dibagikan kepada guru lainnya,” pesannya kepada para peserta.

Dalam materinya, Dadang mengajak peserta memahami konten digital sebagai cara untuk bercerita mengenai aktivitas, pengalaman, serta praktik baik yang dilakukan guru.

Menurutnya, konten digital adalah medium untuk bercerita tentang segala sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Disampaikan Dadang, guru PAUD tidak harus menjadi influencer untuk aktif di ruang digital, tapi cukup menjadi pencerita untuk membagikan hal-hal baik dan positif, serta menginspirasi dan tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak.

Sementara itu, Ahmad Shofiudin Latif mengajak peserta melihat keterampilan membuat konten sebagai bagian dari kemampuan membangun personal branding guru sekaligus branding satuan pendidikan.

‘’Guru adalah bagian dari wajah satuan pendidikan. Apa yang dilakukan dan bagaimana kita menyampaikannya melalui konten akan ikut membentuk bagaimana sekolah atau lembaga PAUD dikenal oleh masyarakat,’’ jelasnya.

Dalam sesi praktik, peserta diajak menerapkan materi secara langsung, mulai dari pengambilan gambar, pengambilan video, hingga editing gambar dan video.

Baca Juga: Konten Pendek Terus-Menerus Bisa Mengubah Kebiasaan Otak, Ini Penjelasannya

Peserta juga belajar bagaimana memilih momen dan mengemas aktivitas pembelajaran menjadi konten yang menarik dan komunikatif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Konten digital diharapkan menjadi sarana pembelajaran, komunikasi dengan orang tua, sekaligus ruang untuk mendokumentasikan berbagai praktik baik di satuan PAUD. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban diskominfo konten guru paud