RADARTUBAN – SMPN 1 Semanding menunjukkan komitmennya untuk menguatkan kemampuan koding dan kecerdasan artifisial (KKA) anak didiknya.
Hal itu ditunjukkan dengan mengikutkan seluruh siswanya yang berjumlah 672 siswa dalam Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) jenjang SMP sederajat yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Tuban bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.
Keikutsertaan seluruh siswa itu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah maupun orang tua. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya SMPN 1 Semanding memetakan kemampuan siswa dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial.
Baca Juga: Radar Tuban Gelar Olimpiade Koding dan AI Diikuti Siswa SMP se-Tuban
Kepala SMPN 1 Semanding Sulistiyo Handayani mengatakan, pihak sekolah menyambut baik penyelenggaraan Olimpiade KKA bersama Radar Tuban.
“Kami menyambut dan pendukung penuh kegiatan Olimpiade KKA bersama Radar Tuban, karena dapat bermanfaat untuk siswa sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Setelah menerima rekomendasi tersebut, sekolah langsung melakukan koordinasi dengan tim internal sekaligus menyampaikan informasi kegiatan kepada orang tua siswa.
“Alhamdulillah, orang tua menyambut dengan baik dan mendukung keikutsertaan putra-putrinya,” kata Sulistiyo.
Menurut dia, keikutsertaan seluruh siswanya mulai kelas VII, VIII, dan IX itu bukan sekadar untuk mengikuti kompetisi. Lebih dari itu, hasil Olimpiade KKA diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa dalam bidang yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi.
“Kami menyadari perlunya pemetaan kemampuan Koding dan Kecerdasan Artificial (KKA) pada siswa, terutama untuk siswa UPT SMPN 1 Semanding, sehingga kami mengikutsertakan seluruh siswa dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Hasil pemetaan tersebut juga akan dimanfaatkan sekolah sebagai bahan pertimbangan dalam mempersiapkan kelas KKA pada periode selanjutnya. “Hasil dari kegiatan ini juga kami perlukan untuk mempersiapkan kelas KKA pada periode selanjutnya,” tandas Sulistiyo.
Keikutsertaan SMPN 1 Semanding dengan mendaftarkan seluruh siswa menjadi salah satu bentuk dukungan sekolah terhadap pengembangan kompetensi digital peserta didik.
Olimpiade KKA Radar Tuban diharapkan menjadi ruang bagi siswa SMP sederajat untuk mengukur sekaligus mengembangkan kemampuan mereka di bidang koding dan kecerdasan artifisial.
Sementara itu, sekolah lain untuk sementara hanya mengirimkan perwakilan siswa untuk mengikuti kegiatan yang mengukur kemampuan siswa berpikir komputasional dan literasi digital tersebut.
Dwi Setiyawan, ketua panitia, berharap seluruh sekolah memaksimalkan jumlah siswanya untuk mengikuti olimpiade.
Baca Juga: Bangga, SMPN 1 Semanding Tuban Raih Predikat Adiwiyata Mandiri
Dengan begitu, hasil olimpiade ini bisa dijadikan sebagai bahan evalusi bagi sekolah dan dinas pendidikan terkait pembelajaran KKA bagi siswa.
Dwi berharap sekolah yang belum mendaftar untuk segera mengikuti. Sedangkan sekolah yang jumlah pesertanya belum maksimal dan hanya mendaftarkan perwakilan untuk menambah.
‘’Kita memberikan waktu pendaftaran hingga minggu pertama Oktober sebelum olimpiade digelar,’’ ujar pemimpin redaksi Radar Tuban itu.
Terkait teknis pendaftaran, dia menerangkan, pendaftaran dikoordinisir masing-masing sekolah. Untuk pendataannya, lanjut dia,
Radar Tuban telah membagikan form pendaftaran ke seluruh kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN berikut ketentuannya.
‘’Form inilah yang diisi sekolah sebelum diserahkan kepada kami,’’ ujarnya.
Dwi kembali menjelaskan pelaksanaan olimpiade sepenuhnya online. Perangkat yang digunakan smart phone dengan sistem operasi Android. (yud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban