RADARTUBAN - Setelah lebih dari 10 tahun tidak digelar secara besar-besaran, perayaan Tiong Jiu Pia atau Festival Kue Bulan kembali digelar meriah di TITD Kelenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban.
Perayaan tahun ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (25/9) hingga Minggu (27/9).
Rangkaian kegiatan dibuka Jumat (25/9) pukul 14.00 WIB dengan bazar UMKM yang diikuti lebih dari 100 pelaku usaha.
Baca Juga: Klenteng Kwan Sing Bio Dipadati Warga saat Sembahyang Rebutan, Intip Makna Spiritual King Ho Ping
Pembukaan juga dimeriahkan berbagai hiburan, pertunjukan barongsai, Reog, hingga pembagian hadiah.
Pada Sabtu (26/9), kegiatan dilanjutkan dengan hiburan, pesta kembang api, dan pembagian hadiah.
Sedangkan pada Minggu (27/9), panitia menggelar senam pagi, pengobatan gratis, donor darah, serta kegiatan kebersamaan umat dan perwakilan kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia.
Alim Sugiantoro, salah seorang tokoh di TITD Kwan Sing Bio Tuban mengatakan, perayaan Tiong Jiu Pia tahun ini terasa istimewa karena menjadi momentum bersatunya pengurus dan umat untuk bersama-sama memajukan kelenteng.
"Selama ini sudah 10 tahun lebih tidak dirayakan secara besar-besaran. Kali ini kita merayakan kembali karena kita sudah mengadakan perdamaian dan kebersatuan umat di TITD Kwan Sing Bio Tuban," ujar Alim, Jumat (25/9).
Selain menjadi bagian dari perayaan keagamaan dan kebersamaan umat, kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat melalui bazar UMKM.
"Tujuannya kami ingin membantu masyarakat agar perekonomian mereka ikut terangkat. Harapan kita, ekonomi Indonesia, khususnya di Tuban, bisa makin tumbuh dan rakyat sejahtera," imbuhnya.
Pada Jumat malam, rangkaian peribadatan juga digelar.
Sembahyang bersama dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB di Tjoe Ling Kiong, kemudian dilanjutkan pukul 20.00 WIB di Kwan Sing Bio.
"Kita berdoa bersama untuk kedamaian, keberkahan, dan kesejahteraan seluruh masyarakat," ujar Alim.
Sejarah Tiong Jiu Pia
Alim juga menjelaskan, Tiong Jiu Pia diperingati setiap tanggal 15 bulan 8 dalam kalender Imlek. Pada 2026, perayaan tersebut bertepatan dengan Jumat (25/9).
Dia menerangkan, terdapat beberapa versi mengenai asal-usul Tiong Jiu Pia.
Salah satu kisah yang paling populer berkaitan dengan perjuangan masyarakat menggulingkan Dinasti Yuan dan dimulainya Dinasti Ming.
"Sejarahnya ada beberapa versi. Salah satu yang paling populer, Tiong Jiu Pia ini berkaitan dengan upaya masyarakat untuk mengusir Dinasti Yuan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, pada masa tersebut kue bulan disebut digunakan sebagai media penghubung yang menentang kekuasaan Dinasti Yuan.
Di dalam kue bulan tersebut, terdapat surat berisi pesan mengenai tanggal dan waktu angkat senjata yang kemudian disebarkan ke berbagai wilayah.
"Jadi waktu itu ada surat yang dimasukkan ke dalam kue bulan. Isinya tanggal dan waktu untuk mengoordinasikan gerakan bersenjata di berbagai daerah. Tujuannya untuk mengusir Dinasti Yuan," jelasnya.
Kisah itu menjadi salah satu cerita yang melekat dalam sejarah dan tradisi perayaan Tiong Jiu Pia.
Di Kwan Sing Bio Tuban, perayaan tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antargenerasi.
Alim berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dijaga generasi muda sehingga Kwan Sing Bio Tuban semakin maju dan keberadaannya tetap lestari.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Tiong Jiu Pia tahun ini menjadi salah satu bukti bahwa kebersamaan antara sesepuh, pengurus, dan generasi muda dapat diwujudkan dalam kegiatan bersama.
“Harapannya di bawah generasi muda kedepannya Klenteng Kwan Sing Bio Tuban tambah sukses dan jaya selamanya,” tandasnya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban