Lahan Proyek GRR Pertamina Tuban Tiga Kali Terbakar, Penyebab Belum Terungkap

Andreyan (An) • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:04 WIB
Petugas Damkar Tuban bersama aparat kepolisian melakukan upaya pemadaman di lahan proyek GRR Pertamina, Sabtu (27/9). (Radar Tuban)
Petugas Damkar Tuban bersama aparat kepolisian melakukan upaya pemadaman di lahan proyek GRR Pertamina, Sabtu (27/9). (Radar Tuban)

RADARTUBAN – Tiga kali lahan proyek Grass Root Refinery (GRR) Pertamina terbakar sepanjang musim kemarau tahun ini. Terbaru, api kembali berkobar di lahan yang berlokasi di Dusun Beji, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Sabtu (26/9).

Uniknya, dari tiga insiden kebakaran telah melanda lahan proyek kilang minyak itu, aparat kepolisian hingga petugas pemadam kebakaran tampaknya belum mampu mengungkap penyebab pasti kobaran api membakar lahan tersebut.

Dalam insiden kebakaran terbaru, luas area lahan yang terbakar lebih parah dari dua kejadian sebelumnya. Kebakaran Sabtu, capaian lahannya lebih dari 8 hektare. Lagi-lagi, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti oleh petugas.

Baca Juga: Lahan GRR Tuban Kembali Terbakar, Standar Proteksi Kebakaran Jadi Sorotan

Kabid Damkar Tuban pada Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji mengatakan, berulangnya kebakaran di kawasan tersebut menjadi perhatian serius instansinya.

Terlebih, sulitnya petugas mengungkap penyebab kebakaran lantaran kurangnya saksi maupun alat pemantau di lahan proyek kilang itu. 

"Tiga kali kebakaran dalam satu musim kemarau tentu harus menjadi evaluasi. Pengawasan di kawasan tersebut harus diperketat agar kejadian serupa tidak terus berulang," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (27/9).

Sutaji mengakui penyebab kebakaran memang belum dapat dipastikan. Hanya saja berdasarkan informasi yang dihimpunnya, dijumpai orang tidak dikenal melakukan pembakaran sampah di titik rawan kebakaran tersebut.

‘’Kalau memang ada unsur kesengajaan, harus ada penindakan tegas melalui jalur hukum. Jangan sampai kebakaran terus berulang tetapi tidak pernah diketahui siapa yang bertanggung jawab," tegasnya

Selain penindakan, mantan Camat Bancar itu juga mendorong pengelola kawasan GRR meningkatkan sistem pengawasan.

Di antaranya dengan memperbanyak kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi. Sehingga jika ada aktivitas mencurigakan dapat ditindak secara tegas. 

‘’Kami juga mendorong penanggung jawab lahan tersebut untuk mendirikan menara pantau, sekaligus memperbanyak personel di lokasi. Setelah kejadian ini kami akan panggil pihak terkait,” tandasnya.

Kebakaran yang melanda lahan kilang GRR terjadi sekitar pukul 11.00. Si jago merah baru bisa dipadamkan petugas damkar sekira pukul 13.00. Namun, petugas masih melakukan pembasahan hingga pukul 17.00 untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban grr pertamina