RADARTUBAN – Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) kolaborasi Jawa Pos Radar Tuban dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban dinilai relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan saat ini.
Kegiatan yang kali pertama menyasar peserta didik jenjang SMP itu dinilai tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan siswa, namun juga menjaring potensi generasi muda di bidang teknologi.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Disdik Tuban Siswo Suwarko mengatakan, penyelenggaraan Olimpiade KKA sejalan dengan transformasi kurikulum nasional yang mulai mengintegrasikan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial.
Baca Juga: SMPN 1 Semanding Daftarkan Seluruh Siswa di Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial Radar Tuban
‘’Penyelenggaraan event tersebut sangat penting, sekaligus sejalan dengan transformasi kurikulum nasional yang mulai mengintegrasikan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial. Karena itu, siswa membutuhkan ruang aktualisasi agar kemampuan tersebut tidak berhenti pada pembelajaran di kelas,'' ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (28/9).
Menurut Siswo, Olimpiade KKA memberikan manfaat bagi siswa maupun sekolah. Bagi siswa, kompetisi tersebut dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, logis, dan komputasional.
Bagi sekolah, kegiatan tersebut dapat menjadi pemacu peningkatan mutu pembelajaran sekaligus kompetensi guru.
Sementara bagi Disdik Tuban, hasil kompetisi dapat memberikan gambaran berbasis data mengenai peta kompetensi literasi digital antarsekolah di wilayah tersebut.
Data tersebut, kata Siswo, juga dapat menjadi dasar bagi Disdik dalam menyusun program bimbingan teknis (bimtek) maupun pemerataan bantuan infrastruktur digital ke sekolah.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mendorong transformasi digital di bidang pendidikan.
Lebih lanjut, mantan kepala SMPN 2 Rengel itu mengatakan, Disdik Tuban memiliki harapan agar Olimpiade KKA dapat berlanjut dan memberikan dampak terhadap pembelajaran digital di daerah.
‘’Kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai ajang seremonial tahunan, melainkan harus menjadi penggerak transformasi sistemik di daerah, semoga sekolah, masyarakat dan pihak-pihak terkait bisa saling memberikan support yang positif demi kemajuan digitalisasi pendidikan di Kabupaten Tuban,'' pungkasnya.
Sementara itu, sebagian besar SMPN maupun SMP swasta di Tuban belum mengoptimalkan jumlah peserta Olimpiade KKA.
Dwi Setiyawan, ketua panitia, kemarin (28/9) merilis jumlah peserta yang masih tercatat 1.263 siswa.
Satu-satunya lembaga pendidikan yang mendaftarkan seluruh anak didiknya hanya SMPN 1 Semanding, berjumlah 672 siswa.
Sementara sekolah lain hanya mendaftarkan perwakilan siswa.
‘’Kita berharap jumlah peserta lebih maksimal, sehingga hasil KKA bisa menjadi parameter pembelajaran KKA di seluruh sekolah,’’ ujarnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban